Depresi Pilih Mati

TUREN- Warga Desa Kedok RT02 RW05 Turen, pagi kemarin digemparkan dengan aksi nekat Abdul Latif, warga sekitar. Kakek berusia 60 tahun ini, nekat menghabisi nyawanya dengan cara gantung diri menggunakan tali tampar yang dijeratkan di lehernya, di pohon kemboja, pemakaman setempat. Diduga korban nekat mengakhiri hidupnya tersebut karena depresi, lantaran faktor ekonomi yang tak kunjung meningkat. Dan karena pihak keluarga menerima kematiannya, jenazah korban hanya dimintakan visum luar di Puskesmas Ngajum. Selanjutnya, langsung dimakamkan oleh keluarganya. “Dari hasil olah tempat kejadian perkara dan evakuasi di tubuh korban sama sekali tidak kami temukan bekas tanda penganiayaan. Korban meninggal dunia karena murni gantung diri,” kata Kanitreskrim Polsek Turen, Iptu Sudarno.
Informasi  yang berhasi dihimpun Malang Post, kejadian yang menggemparkan warga tersebut terjadi sekitar pukul 06.30. Saksi yang kali pertama mengetahui adalah Mujianto, 31 tahun tetangga korban. Ceritanya, sejak hari Sabtu (2/1) sore, korban bersama Mujianto dan Ngatemi, seperti biasanya mencari kayu maupun rerumputan di kawasan pemakaman tersebut. Keduanya mencari rumput dan kayu, dengan berpencar. Mujianto dan Ngatemi yang sudah mendapatkan kayu, memutuskan langsung pulang ke rumahnya masing-masing. Keesokan hari, alangkah terkejut Mujianto, mengetahui dari keluarga Latif, bahwa yang bersangkutan belum pulang ke rumah. Sontak, membuat Mujianto, melakukan pencarian di kawasan perkuburan itu. “Setelah dicari di dalam kuburan, akhirnya korban ditemukan menggantung di pohon semboja. (big/mar)