Lima Kali Dipenjara Tak Kapok

TUREN- Ditahan sebanyak lima kali karena tindak pidana pencurian besi, belum membuat Supriyanto alias ketek, 37 tahun, kapok. Faktanya warga Desa Talok, Turen itu, kembali tertangkap kasus yang sama, kemarin. Dia diringkus oleh anggota Unit Reskrim Polsek Turen, saat menjalankan aksinya. Sebagai barang buktinya, petugas menyita besi curian sebanyak 70 kilogram, milik Wito, 60 tahun, tetangganya, sepeda motor Honda 70 tanpa nopol, dan uang tunai sebesar Rp 1,7 juta. “Tersangka bersama barang buktinya, sudah kami amankan di kantor Polsek Turen,“ ungkap Kanitreskrim Polsek Turen, Iptu Sudarno.
Kepada petugas yang memeriksanya, dia mengaku jika pencurian tersebut dilakukan seorang diri, kemarin, sekitar pukul 12.30. Dia berangkat dari rumahnya, menuju tempat jual beli rosokan besi milik Wito, mengendarai sepeda motornya. Dengan modal beberapa karung goni, dan sepeda motornya yang telah dimodofikasi dibelakangnya dibuat bak, tersangka siap menjalankan aksinya. Sesampainya di tempat jual beli rosokan besi milik Wito, tersangka memarkir sepeda motornya. “Saat itu, tempat jual beli rosokan besi sedang kosong. Di sekitar tempat itu juga sepi, jadi saya leluasa dapat mengambilnya,” ujar Supriyanto dihadapan penyidik yang memeriksanya kemarin.
Lebih lanjut bapak dua ini mengatakan, dua kali dalam sehari mengangkut besi di tempat Wito itu. Saat mengangkut yang pertama kali, tersangka sukses menalankan aksinya tanpa ketahuan. Sial  menimpa tersangka saat, akan mencuri besi untuk kedua kalinya, yang kepergok oleh Sumardi, salah seorang karyawan di tempat itu. Tersangka yang tak bisa mengelak, langsung dibawa oleh Sumardi ke Polsek Turen untuk mempertanggung jawabkan aksinya itu. “Niat saya besi itu untuk dijual lagi. Sekilonya dengan harga Rp 7 ribu. Saya tak tahu kalau besi itu masih digunakan lagi. Saya kira sudah nggaggur dan tak dipakai,“ kilahnya. (big/mar)