Tuntut Hukuman Mati

MALANG– Setelah menjalani pemeriksaan maraton, Roni Fauzi, 23 tahun, tersangka pembunuhan terhadap mantan kekasihnya, Ida Susanto, 22 tahun, akhirnya ditetapkan sebagai pelaku tunggal. Penyidik Satreskrim Polres Malang Kota yang menangani perkara ini, tidak menemukan adanya keterlibatan orang lain. “Tidak ada pelaku baru dalam pembunuhan itu. Aksi pembunuhan berencana itu, dilakukan seorang diri. Roni Fauzi ini adalah pelaku tunggal,” ungkap Kasatreskrim Polres Malang Kota AKP James Hutajulu. Namun demikian, dia mengatakan kalau pihaknya tetap masih akan mengembangkan kasus pembunuhan itu. Termasuk mencari tahu apakah ada motif lain dibalik aksi pembunuhan sadis tersebut, selain bermotif dendam karena didesak untuk menikahi korban.
“Dalam waktu dekat ini, kami juga akan segera melakukan rekonstruksi pembunuhan. Itu dilakukan untuk mencocokkan keterangan tersangka dengan fakta yang sebenarnya,” ujarnya. Hanya saja kapan waktunya masih belum dijadwalkan. Begitu juga dengan lokasi rekonstruksi apakah nantinya akan dilakukan di hotel tempat korban dihabisi. Sementara itu, melalui Kepala Dusun (Kasun) Sukorejo, Miaji, pihak keluarga korban menuntut supaya tersangka pembunuhan sadis itu dihukum seberat-beratnya. Bahkan, keluarga meminta supaya warga Dusun Sukorejo RT52 RW09, Desa Tumpakrejo, Gedangan ini dihukum mati.
“Pokoknya keluarga minta hukuman setimpal. Kalau bisa mintanya adalah hukuman mati,” tutur Miaji, mewakili keluarga korban. Dia mengakui, meski Roni dan Ida merupakan mantan sepasang kekasih, namun Roni tetap sering bertemu dengan korban. ”Dugaannya, Roni tidak mau menikahi Ida dan memilih membunuh karena dia sudah bertunangan dengan pacarnya yang sekarang,” terangnya. Seperti diberitakan sebelumnya, petugas gabungan Polsekta Blimbing dan Satreskrim Polres Malang Kota mengungkap kematian gadis misterius, yang ditemukan di dasar sungai Kajar, Gang Lori, Jalan Panji Suroso, Malang, Januari lalu. Korban diketahui bernama Ida, asal Dusun Sukorejo RT53 RW09, Desa Tumpakrejo, Gedangan.  Dari hasil penyelidikan, diketahui juga dia dibunuh oleh Roni, 23 tahun, mantan kekasihnya yang juga masih bertetangga di RT52 RW09. Roni menghabisi nyawa korban dengan diminumi racun tikus serta dicekik di dalam kamar hotel. Pengakuannya dia membunuh karena didesak untuk menikahi korban yang hamil tiga bulan. (agp/mar)