BPSK Menangkan Gugatan Nasabah PT BPF

KE POLRES MALANG KOTA: Nasabah PT BPF yang menjadi korban ketika menemui Kasatreskrim Polres Malang Kota, kemarin siang.

MALANG – Harapan nasabah PT. Bestprofit Futures (BPF) untuk mendapatkan uangnya kembali, sepertinya akan segera terwujud. Itu setelah ada putusan resmi dari Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Malang, kemarin siang. Dalam sidang putusan yang dipimpin tiga perwakilan hakim dari lembaga kesehatan, hukum dan pengusaha, BPSK memenangkan gugatan para nasabah.
Isi putusan sendiri, yaitu meminta PT BPF untuk mengembalikan dana nasabah yang sudah disetorkan. Sekaligus juga mengganti kerugian in materiil kepada enam nasabah yang mengajukan gugatan ke BPSK. Diantaranya Budi Santoso, Rachmadi Triputra Wibisono, Meiliana, Dwi Rubingi, Ayu dan Tjoe Kang Long.
“Untuk sementara baru enam nasabah saja, sesuai dengan nama pada surat gugatan. Sedangkan untuk nasabah lainnya, kemungkinan akan menyusul langkah kami dengan mengajukan gugatan ke BPSK itu,” ungkap Dwi Rubingi, saat ditemui di Polres Malang Kota usai menghadiri sidang di kantor BPSK.
Putusan BPSK memenangkan nasabah ini, karena tiga kali sidang PT BPF tidak pernah hadir. Padahal BPSK sudah melayangkan surat pemanggilan sebelum jadwal sidang yang dilakukan dua pekan sekali digelar.
Hasil putusan atas gugatan yang diajukan sekitar satu setengah bulan lalu itu, nantinya oleh BPSK akan dibawa ke Pengadilan Negeri (PN) Malang untuk dilakukan permohonan eksekusi. Sehingga dengan begitu tidak perlu lagi ada gugatan baru.
“Putusan BPSK ini cukup membuat kami senang. Tetapi kami minta pengaduan yang sudah kami ajukan ke Polres Malang Kota ini, harus tetap ditindaklanjuti. Karena kasus ini adalah tindak pidana kejahatan. Ibarat, orang mencopet sekali kalau dibiarkan pasti akan mengulangi. Begitu juga dengan PT BPF ini kalau tidak diproses dan dihentikan, akan semakin banyak korbannya,” terang Dwi yang dibenarkan oleh nasabah lainnya.
Sementara itu, sebelum mendatangi DPRD Kota Malang, didampingi kuasa hukumnya Gunadi Handoko SH, MM, M.hum, beberapa perwakilan nasabah BPF mendatangi Polres Malang Kota. Mereka datang untuk menemui Kasatreskrim Polres Malang Kota, AKP James Hasudungan Hutajulu.
Pertemuan yang dilakukan tertutup itu, menanyakan soal perkembangan pengaduan yang pernah diajukan. Sekaligus memberitahukan bahwa dalam waktu dekat ini, akan ada 22 orang yang menjadi korban BPF melapor ke Polres Malang Kota. Para korban itu nantinya melapor tidak secara kolektif, tetapi sendiri-sendiri.
“Ini kami sampaikan supaya polisi tahu bahwa korbannya banyak. Sebab selama ini seakan-akan terkesan bahwa korbannya antara dua hingga lima orang, padahal banyak sekali,” tutur Gunadi Handoko.
Selain itu, sebelum pengaduan nantinya digelar perkara, penyidik yang menangani kasus tersebut diminta untuk memanggil tiga saksi ahli untuk dimintai keterangannya. Yaitu ahli pidana, ahli hukum dagang serta ahli perdagangan berjangka.
“Inti dari pertemuan tadi yaitu menginformasikan kepada para pelapor bahwa penyidik telah menindaklanjuti pengaduan tersebut dan saat ini sedang melakukan penyelidikan,” ujar AKP James Hasudungan Hutajulu.(agp/jon)