Kantor BKBPM Dibobol Maling

MALANG - Kantor Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat (BKBPM) di Jalan Ki Ageng Gribig, Kecamatan Kedungkandang, dini hari kemarin dibobol maling. Pelaku yang diperkirakan berjumlah dua orang, berhasil menggondol dua laptop, dua LCD dan uang tunai Rp 5,5 juta. Uang dan laptop tersebut diambil di dalam gedung Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak BKBPM.
"Kalau ada uang yang diambil itu adalah uang kantor. Sedangkan laptop tersebut milik dua pegawai di gedung," ujar Kepala Bidang (Kabid) PKK BKBPM Andayun.
Kepala Bidang (Kabid) PPA BKBPM El Zamzami juga membenarkan kejadian itu. "Dari total barang yang dicuri serta uang, kerugian sekitar Rp 25 juta," katanya.
Informasi yang diperoleh, aksi pencurian tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 02.00. Pelaku masuk dengan cara memanjat dinding belakang setinggi dua meter yang ada di belakang kantor. Setelah berhasil masuk pelaku lalu menuju gedung Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak BKBPM.
"Sebenarnya ada dua petugas yang malam itu berjaga. Namun mereka tidak mengetahui karena berada di depan. Tetapi untuk lebih pastinya, silahkan konfirmasi langsung pada Kepala Badan (Kepala BKBPM) karena cuma satu pintu," ungkap Sekretaris BKBPM Hadi Sunaryo.
Begitu berada di halaman, pelaku lalu masuk ke dalam gedung Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak BKBPM dengan merusak jendela. Pelaku lantas masuk mengambil laptop di atas meja dan uang di dalam laci meja. Setelah berhasil pelaku lalu kabur lewat jalan semula.
Kejadian sendiri baru diketahui pagi harinya oleh salah satu karyawan. Selanjutnya peristiwa tersebut langsung dilaporkan ke petugas Polsekta Kedungkandang. Mendapat laporan petugas langsung datang ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama tim Identifikasi Polres Malang Kota.
"Kasusnya sudah kami tangani, saat ini kami masih melakukan penyelidikan. Dari keterangan saksi yang kami periksa, pelaku diduga dua orang. Sebab sebelumnya saksi melihat ada dua orang yang mondar-mandir. Dan untuk sementara baru dua laptop saja yang diketahui hilang sedangkan uang masih belum tahu," terang Kapolsekta Kedungkandang Kompol Sutiono.(agp/pit/jon)