Curigai Keterlibatan Orang Dalam

TUREN- Jajaran Polsek Turen  dan Satreskrim Polres Malang  hingga kemarin terus menuntaskan  penyelidikan  terhadap kasus perampokan  KH Abdul Halim (41 tahun), pengasuh Pondek Pesantren (Ponpes) Hidayatulloh, Talok, Kecamatan  Turen, Kabupaten Malang, Minggu (3/2) dini hari.
Berbagai dugaan muncul dalam peristiwa  yang menggegerkan warga Turen ini.  Mulai adanya keterlibatan orang dalam hingga motif dendam. Namun, polisi lebih mencurigai adanya keterlibatan orang dalam. Lantaran, ponpes  tersebut  juga pernah dirampok pada  bulan Januari 2012 silam.
“Bisa saja ada keterlibatan orang dalam, terkait kasus perampokan ini. Tapi, untuk sementara ini, belum dapat kami pastikan seperti itu. Karena proses penyelidikan yang kami lakukan masih berlangsung,“ kata Kanit Reskrim Polsek Turen, Iptu Sudarno kepada Malang Post kemarin.
Dugaan lainnya  muncul adalah motif dendam kepada Abdul Halim. Menurut informasi yang  dihimpun  Malang Post,  diduga ada beberapa kelakuan minus dari pria yang juga diketahui sebagai pemilik pabrik camilan Kuda Mas. Bahkan salah seorang sumber menyatakan, tak heran dengan kejadian  tersebut.
“Tahun lalu, tempat itu (Ponpes Hidayatulloh) juga distaroni oleh kawanan perampok. Mungkin kawanan itu dendam dengan perilaku Halim. Soalnya dia (Halim) dikenal pelit dan agak sombong. Mungkin itu yang menjadikannya banyak musuh,“ kata seorang sumber yang wanti-wanti namanya tidak mau dikorankan ini.
Ia juga menduga ada bekas karyawannya di pabrik   pembuatan camilan itu, yang memiliki dendam. Pasalnya, juga diketahui bahwa karyawan Halim di tempat pembuatan camilan itu, sering gonta-ganti. “Saya tak tahu kenapa karyawannya sering ganti. Mungkin gajinya sedikit dan sifat yang bersangkutan memang kayak gitu,“ tandasnya.
Sementara itu, dikonfirmasi mengenai hal tersebut Abdul Halim memilih enggan menanggapinya. “Maaf ya mas, saya belum bisa bicara lebih banyak lagi mengenai kejadian perampokan ini. Apalagi menanggapi perkataan orang yang tak jelas seperti itu. Saya masih fokus, penyembuhan luka saya,“ kilahnya.
Sedangkan kepolisian hingga sejauh ini juga belum bisa mengaitkan motif maupun tujuan dendam, terkait kasus perampokan ini. Termasuk mengaitkan kasus perampokan kali ini, dengan kejadian yang sama pada bulan Januari tahun 2012 lalu. “Saat ini masih proses lidik. Ditunggu saja perkembangannya nanti,“ ucap Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Decky Hermansyak, terpisah.  
Seperti diberitakan Malang Post kemarin, Ponpes Hidayatulloh, pada hari Minggu (3/2) dini hari lalu, disatroni oleh kawanan perampok diperkirakan berjumlah 20 orang lebih. Semua pelaku itu, memakai cadar atau penutup muka. Akibat kejadian itu, Abdul Halim mengalami luka sabetan celurit pancor di tangan kirinya, dan sempat dilarikan ke RS Bokor Turen. (big/nug)