Jambret Hajar Wilayah Kedungkandang

MALANG– Upaya polisi menangkap perampas motor masih belum berhasil, kini kembali disibukkan dengan kasus penjambretan yang makin marak. Selasa (5/2) pagi, dua kasus penjambretan terjadi di wilayah Kedungkandang. Bahkan, antara satu kejadian dengan kejadiannya lainnya hanya terpaut satu jam. Penjambretan pertama dialami Nanik Purwanti, 36 tahun, warga Jalan Danau Tigi, Sawojajar, Malang. Kalung emas senilai Rp 1,7 juta yang dikenakannya dirampas dua pelaku di Jalan Danau Paniai V, Sawojajar. Informasi yang dihimpun Malang Post, ketika itu pukul 06.00, dia mengantar anaknya berangkat ke sekolah.  Tak disangka, tak jauh dari rumahnya, dua orang berboncengan naik motor mendekatinya. Satu pelaku turun dari boncengan dan mendekatinya.
”Ketika itu kondisi jalan memang sepi,” katanya saat melapor ke polisi. Tanpa peduli dengan ketakutan korban, laki-laki ini mengeluarkan celurit dari balik bajunya dan menodongkan ke tubuh Nanik. Secepat kilat, pelaku ini juga menarik kalung emas yang dipakai ibu rumah tangga tersebut. Sekali sentak, kalung yang dipakainya pun berpindah tangan. Masih dengan tatapan mata tidak percaya, Nanik melihat pelaku kabur berboncengan. Selang satu jam kemudian, dua penjambret kembali beraksi di Jalan Kemayoran III, Cemorokandang, Kedungkandang. Sunarsih, 48 tahun, warga Jalan Palmerah, Cemorokandang, Kedungkandang ini yang menjadi korbannya. Kalung emas senilai Rp 15 juta yang dipakainya ditarik dua pelaku. Menurut guru SDN Cemorokandang 3 Kedungkandang itu, saat itu dia berangkat naik motor sendirian menuju sekolahnya.
Di tengah perjalanan korban berpapasan dengan dua pelaku yang berboncengan motor. Melihat korban memakai perhiasan kalung, kedua pelaku memutar balik dan memepet motor yang dikendarai Sunarsih. Dia yang kaget karena dipepet menjadi lebih kaget ketika pelaku yang dibonceng juga menarik kalung yang dipakainya. Dia lalu melaporkan peristiwa yang dialaminya ke polisi. Kapolsekta Kedungkandang, Kompol Sutiono membenarkan dua kejadian penjambretan tersebut. “Sebetulnya saya sudah seringkali mengimbau kepada masyarakat melalui spanduk dan radio, supaya saat keluar rumah sendirian tidak memakai perhiasan yang berlebihan. Sebab itu, jelas akan mengundang aksi kejahatan,” ungkap dia. Sayangnya, imbauan ini masih belum ditaati dan disadari masyarakat. Meski demikian, kedua kasus itu juga menjadi atensi dalam penyelidikan agar cepat terungkap. (agp/mar)