Ditipu Debt Collector Palsu

KEPANJEN- Masyarakat khususnya para debitur kendaraan bermotor untuk lebih berhati-hati lagi terhadap orang-orang yang mengaku sebagai debt collector. Jangan terlalu percaya begitu saja menghadapi “si penagih utang ini”. Kasus ini menimpa Ika Wijining Sesanti, 26 tahun, warga Desa Sengguruh RT14 RW02 Kepanjen. Akibatnya, dia kehilangan uang Rp 30 juta. Penipuan ini sendiri sudah dilaporkan ke Mapolres Malang. Kasubag Humas Polres Malang, Ipda Sholeh Mas'udi, menjelaskan penipuan itu terjadi Senin (4/2) lalu. Korban didatangi oleh tiga pelaku di rumahnya, yang mengaku dari PT. SMS Finance Cabang Malang. Sebelumnya, korban juga diketahui memiliki tunggakan kredit selama tiga bulan pada bank itu.
“Memang saya kredit mobil Toyota Kijang, buatan tahun 2000 lewat kantor leasing tersebut. Saya memang nunggak sekitar tiga bulan, dengan total cicilan sebesar Rp 8 juta juta tiap bulannya,“ kata Ika ditemui di kediamannya. Dia menjelaskan, saat datang ke rumahnya ketiga pelaku yang diduga debt collector gadungan itu, mengetahui jumlah total tunggakan korban.
Sehingga ibu satu anak ini, tanpa curiga sedikitpun terhadap mereka. Kemudian, terjadi negosiasi dan kesepakatan untuk membayar tunggakan itu. “Supaya mobil saya enggak dijabel, disuruh membayar sekitar Rp 30 juta. Itu katanya sudah angsuran tiga bulan yang telat, plus dengan dendanya,” terangnya.
Tak ingin mobinya ditarik, korban pun berjanji membayar keesokan harinya. Keesokan harinya, debt collector itu datang kembali ke rumah korban, namun hanya dua orang saja yang mendatangi. Korban pun menyerahkan uang sebesar Rp 30 juta itu, kepada salah seorang pelaku yang diketahui bernama Eko. “Kemudian si Eko ini memberikan kuitansi tertulis Rp 30 juta, dengan stempel PT. SMS Finance cabang Malang. Katanya, kuitansi itu bisa ditukarkan di SMS Finance dengan print out pelunasan yang asli,“ terangnya. Rabu (6/2) saat menukarkan itu, alangkah kagetnya karena dia masih dinyatakan memiliki tunggakan sekitar tiga bulan. Kuitansi yang akan ditukarkan oleh korban, dinyatakan tidak berlaku oleh PT. SMS Finance. “Kata kasir finance, perusahaan tak pernah mengeluarkan kuitansi ke debt collector. Dan katanya lagi, pembayaran tagihan, denda, maupun tuggakan, hanya lewat kasir,“ pungkas dia. (big/mar)