Mayat Bayi Melintas di Sungai Kampus UMM

DIBUANG : Petugas kamar jenazah menunjukkan kardus yang di dalamnya berisi mayat bayi perempuan.

MALANG– Mahasiswa serta karyawan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), sore kemarin digemparkan dengan penemuan sesosok mayat bayi berjenis kelamin perempuan. Mayat  itu, ditemukan hanyut di Sungai Brantas yang melintas di tengah kampus.  Belum diketahui siapa ibu yang tega membuang bayinya di sungai tersebut. Karena lokasi penemuannya berada di perbatasan antara Jalan Raya Tlogomas Malang dan Desa Tegalgondo, Karangploso, petugas dari Polsekta Lowokwaru dan Polsek Karangploso langsung turun ke lokasi bersamaan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sementara usai dievakuasi, jenazah bayi itu langsung dibawa ke kamar mayat RSSA Malang. “Tadi kami sudah turun ke lokasi. Namun karena lokasi awal penemuannya di wilayah Karangploso, maka kasusnya kami limpahkan ke Polsek Karangploso. Namun begitu, kami juga tetap akan membantu penyelidikan untuk mengungkap pelaku pembuangan bayi itu,” ungkap Kapolsekta Lowokwaru, Kompol Bayu Indra Wiguno.
Sementara itu, Kapolsek Karangploso AKP Sugeng Hardianto, dikonfirmasi kalau pihaknya masih menyelidikinya. Sebab dari keterangan saksi ada yang mengatakan lokasi penemuannya di wilayah Karangploso dan saksi lain di wilayah Lowokwaru. “Untuk lokasi penemuannya masih belum jelas. Tetapi kami tetap akan menyelidiki kasus penemuan bayi ini bekerjasama dengan petugas Polsekta Lowokwaru. Dugaan kami, bayi ini dibuang sekitar tiga hari lalu karena kondisinya sudah mengeluarkan bau tak sedap,” ujar Sugeng Hardianto. Sementara itu, Edi Purwanto, Komandan Keamanan UMM, yang menjadi saksi mengatakan bayi itu ditemukan sekitar pukul 14.45. Kali pertama yang menemukan adalah seorang mahasiswa yang kebetulan melintas di jembatan. Saat melihat ke bawah, saksi melihat ada sesosok bayi yang hanyut.
Melihat hal itu, saksi lantas memberitahukan kepada Edi Purwanto. Dia lalu langsung merespon mengejar bayi itu dengan turun ke sungai. Selanjutnya dia menepikan mayat bayi itu yang kemudian dilaporkan ke polisi. “Saat saya temukan kondisinya sudah membusuk. Begitu saya tepikan, langsung saya masukkan kardus dan lapor ke Polsekta Lowokwaru,” terang Edi. (agp/mar)