Polisi Mulai Gerah

Foto : Wiyogo Pamungkas

Lima Bulan, 12 Kasus Jambret dan Perampasan Motor
MALANG– Kejahatan jalanan yang makin marak di Kota Malang, akhirnya direspons Wakapolres Malang Kota, Kompol Wiyogo Pamungkas. Ditemui Malang Post kemarin, dia menyatakan gerah dan akan menindak tegas pelakunya. Menurutnya, polisi tidak akan segan-segan melumpuhkan dengan timah panas. ”Kalau memang mendesak diperlukan, dan membahayakan jiwa petugas, akan langsung ditembak,” katanya. Dia mengaku cukup geram dengan aksi para penjahat jalanan yang sudah sangat meresahkan masyarakat. ”Polisi masih berupaya untuk memburu pelaku-pelakunya. Namun, kami juga berharap kepada masyarakat untuk terus berhati-hati,” lanjut dia. Senada dengannya, Kasatreskrim Polres Malang Kota, AKP James Hutajulu mengatakan anggota Tim Crime Cruiser (TCC) Satreskrim Polres Malang Kota masih di lapangan untuk menyelidiki kasus-kasus tersebut.
”Mereka kami optimalkan untuk segera ungkap kasus,” terangnya. Dia tidak menampik bila para penjahat jalanan ini, merupakan residivis yang sudah keluar dari penjara dan membuat komplotan baru lalu melakukan aksinya di beberapa wilayah Kota Malang. Seperti diketahui, dalam lima bulan terakhir, yaki Oktober 2012 hingga Februari 2013, sekitar 12 kasus jambret dan perampasan motor terjadi. Bahkan mereka dengan sadis melukai para korban, entah itu melawan atau tidak. Aksi jambret di Jalan Danau Limboto Blok F5J, Sawojajar, Malang, pada 13 Oktober 2012. Pelaku yang berjumlah dua orang ini selain membacok tangan korban juga merampas kalung emas milik Supiati, 28 tahun, warga setempat. Kemudian 4 Nopember 2012, Wiwik Hariati, 45 tahun, warga Jalan Diponegoro Malang, yang menjadi korbannya. Disusul 8 Nopember 2012, pelaku jambret juga beraksi di Jalan Belayan Blok C4C1, Sawojajar. Bersenjatakan celurit, pelaku yang mengendarai dua motor ini membawa kabur kalung emas seberat 15 gram milik  Ila Farida Kurniawati, 31 tahun,  warga setempat. Lalu 30 Nopember 2012, pelaku juga beraksi di Jalan Sampeyan Malang, dengan merampas tas berisi uang Rp 20 juta milik Nur Cahyati, 26 tahun, warga Jalan Digul, Perumahan Srikandi Malang. Pada 7 Desember 2012, Titik Sugiarti, 42 tahun, warga Jalan Joyo Mulyo Malang yang menjadi korbannya. Kalung emas seberat 5 gram miliknya, raib setelah dijambret dua orang tak dikenal. Empat hari kemudian, dua pelaku juga berhasil merampas tas berisi laptop serta dompet milik RR Saraswati P 20 tahun, kos di Jalan Tapak Jalak, Malang. Pelaku merampas tas setelah membekap mulut korban sekaligus mengancam melakukan tindak kekerasan jika korban melakukan perlawanan.
Kemudian pada 13 Januari 2013, pelaku beraksi di Jalan Alpaka Malang. Mereka menjambret kalung emas seberat 30 gram milik Trif Suryati, warga sekitar.  Enam hari setelah itu, Siti Rohimah, 35 tahun, warga Jalan Simpang Janti, Malang dirampas kalung emas seberat 5 gram miliknya, oleh dua orang tak dikenal.  Pada 20 Januari 2013 , giliran Yasti, 78 tahun, warga Jalan Kemantren Gang I Malang dengan kerugian kalung emas seberat 7 gram. Disusul lagi, 1 Febuari 2013, dua pelaku mengendarai sepeda motor Suzuki Satria, beraksi di Jalan Kolonel Sugiono Gang 3  Malang. Mereka menjambret kalung emas seberat 50 gram milik Sundari, warga sekitar.  Dan terakhir 5 Februari lalu. Hanya berselang satu jam, dua ibu menjadi korban jambret. Yaitu Nanik Purwanti, 36 tahun, warga Jalan Danau Tigi, Sawojajar, Malang, serta Sunarsih, 48 tahun, warga Jalan Palmerah, Cemorokandang, Kedungkandang. (agp/mar)