Terlibat Pengeroyokan, ABG Pakis Disergap

KAWAL : Rizal Al Kausar Putra dikawal petugas Polsekta Kedungkandang.

MALANG– Setahun lebih menjadi buronan, Rizal Al Kausar Putra alias Londo, 19 tahun, ahirnya berhasil dibekuk petugas Reskrim Polsekta Kedungkandang, Kamis (7/2) lalu. Warga Jalan Kapi Pramuja II, Sawojajar II, Desa Sekarpuro, Pakis ini, ditangkap karena terlibat kasus pengeroyokan. Pemuda yang tubuhnya penuh lukisan tato ini, ditangkap ketika pulang ke rumahnya. Sedangkan delapan orang temannya yang ikut melakukan pengeroyokan, hingga kemarin masih buron. “Dia ini berhasil kami tangkap setelah sebelumnya mendapat informasi tentang kepulangannya. Ketika kami amankan, tersangka sama sekali tidak melawan dan mengakui perbuatannya,” ungkap Kapolsekta Kedungkandang, Kompol Sutiono.
Diperoleh keterangan, aksi pengeroyokan tersebut terjadi pada 15 Januari 2012 lalu sekitar pukul 20.00 di Jalan Terusan Danau Sentani, Sawojajar, Malang. Korbannya yakni Dana Krishandoko, 21 tahun, warga Jalan Sawojajar Gg XI, RT06 RW02 Malang. Malam itu korban yang naik sepeda motor sendirian hendak menjemput temannya di kampus STIBA. Namun setelah dicari, temannya tersebut tidak ada. Korban pun akhirnya memutuskan pulang dengan melintas di Jalan Terusan Danau Sentani, Sawojajar, Malang. Ketika berjalan pelan di tikungan, tiba-tiba korban dihadang oleh tersangka Rizal Cs yang saat itu sedang berjalan kaki. Begitu berhenti selanjutnya tanpa sebab yang jelas salah satu pelaku langsung memukul tubuh korban hingga terjatuh. Setelah terjatuh korban langsung dikeroyok.
Pengeroyokan baru berhenti setelah pengguna jalan berdatangan. Korban yang mengalami luka di kepala ditolong diantarkan pulang yang kemudian melaporkan ke petugas Polsekta Kedungkandang. Sementara itu, dalam keterangannya tersangka Rizal ini mengatakan kalau pengeroyokan itu terjadi di sekitar Velodrom. Saat itu diakui Rizal, antara dirinya serta teman-temannya dengan korban ini sama-sama melihat acara musik band. Namun di tengah acara, korban yang dikatakan dalam kondisi mabuk membuat onar. “Dia memukul Fauzan, salah satu teman saya lebih dulu. Setelah itu kami membalas, hingga akhirnya sempat terjadi tawuran antara kelompok saya dengan kelompoknya. Tetapi korban itu akhirnya kami keroyok, karena ditinggal oleh teman-temannya kabur,” papar Rizal. (agp/mar)