Pelaku Narkoba Bertekuk Lutut

GELAR : Polisi menunjukkan Hartono, tersangka SS dan barang buktinya, serta (foto kanan) Muslimin tersangka ganja.

MALANG– Ironis, Kota Malang yang dikenal sebagai kota pendidikan, masih marak peredaran narkotika. Terbukti dengan kembali diamankannya dua pelaku oleh anggota Satreskoba Polres Malang Kota, Kamis (7/2) malam. Keduanya yakni Hartono alias Colo, 36 tahun, warga Jalan Mayjend Sungkono, Malang dan Muslimin alias Mimin, 36 tahun, warga Jalan KH Malik Dalam, Malang. Dijelaskan Kasubag Humas Polres Malang Kota, AKP Dwiko Gunawan, awalnya polisi menangkap Muslimin di depan Jalan Jodipan Gg I Malang saat sedang naik motor. Begitu disergap, dia tidak bisa berkutik ketika ditemukan dua poket ganja. “Awalnya dia tidak mengaku. Namun setelah digeledah dan ditemukan dua poket ganja kering di dalam celana dalamnya, dia tidak bisa lagi mengelak. Dia ditangkap berdasarkan  laporan masyarakat yang masuk ke polisi,” ungkap mantan Kapolsek Wajak itu
Usai menangkap pemuda ini, polisi tidak puas begitu saja. Dia lantas diperiksa secara intensif. ”Tersangka memang dikenal sebagai pemakai. Ketika diperiksa, tersangka menyebutkan nama tersangka R sebagai pemasoknya,” lanjut Dwiko, sapaannya. Sepoket ganja, dibelinya dengan harga Rp 100.000. Dia juga mengaku mengenal ganja sejak dua bulan lalu karena dipakai sendiri. Dari keterangan Muslimin ini, beberapa anggota Satreskoba memburu keberadaan Hartono. Duda ini akhirnya tertangkap polisi di rumahnya ketika tertidur lelap. ”Barang bukti yang diamankan dari tersangka ini, dua poket SS ukuran kecil, dua poket SS ukuran besar, dua bungkus ganja, satu timbangan elektrik dan tiga alat isap SS,” papar perwira yang pernah menjabat Kasatreskrim Polres Batu itu.
Dihadapan penyidik, Hartono mengatakan kalau dirinya sudah lama terjun ke dunia narkotika. Bahkan, karena narkotika itu, dirinya pernah ditahan selama 3,5 tahun di LP Lowokwaru dan bebas tahun 2009 lalu. Setahun setelah bebas, Hartono kembali masuk ke dunia narkotika.
Daun ganja kering yang dimilikinya, diakui dipasok oleh salah satu temannya asal Jakarta. Satu garis ganja dibeli seharga Rp 1 juta. Sedangkan untuk SS sendiri, diakuinya dipasok dari temannya di Surabaya dan dikirim melalui kurir di Pasuruan. “1 gram SS dibeli dengan harga Rp 1,2 juta. Sebelum ditangkap, dia mengaku mendapat kiriman barang sebanyak 30 gram. Barang tersebut dipesan lewat telepon kemudian dikirim dengan cara diranjau. Uang pembelian SS sendiri ditransfer,” pungkas dia. (agp/mar)