Kembalikan Lima Sertifikat, Tanda Terima Minta 16 Sertifikat

KEMELUT: Kantor PT. HMH yang diselimuti masalah internal pemiliknya.

Sidang PT. HMH
MALANG- Satu persatu saksi sidang pencurian dan penggelapan 14 sertifikat senilai Rp 4 miliar milik Direktur PT. Hardlent Medika Husada (HMH), Dr FM Valentina SH, M Hum dengan terdakwa Dr Hardi Soetanto (mantan suami pelapor) di Pengadilan Negeri Kota Malang, telah dihadirkan. Siang ini, giliran Najib Wakid, Kepala Divisi Keuangan PT. HMH yang akan dimintai keterangan majelis hakim yang diketuai Hari Widodo SH sebagai saksi. Ditemui Malang Post, Najib mengaku akan memberikan keterangan yang sifatnya mempertegas dari pengakuan Nur Cholis, Direktur Keuangan PT. HMH yang sudah dimintai keterangan dalam sidang minggu lalu.
”Waktu itu, 20 Oktober 2011, Pak Nur dipanggil Pak Hardi untuk bertemu di Restoran Batavia. Saya diajak untuk menemui. Sampai di sana, saya lihat pak Hardi, bersama anaknya dan seorang sopir,” tuturnya. Dia mengaku pertemuan itu untuk mengembalikan lima sertifikat untuk disampaikan kepada Valentina. ”Karena ada fisiknya, kami menandatangani tanda terima itu. Tapi setelah itu, kami disuruh tandatangan menerima 16 sertifikat tanpa ada bukti sertifikat. Terang saja kami tolak. Apalagi pak Hardi juga meminta stempel PT. HMH,” urai Najib.
Pada hari yang sama, setelah lima sertifikat sudah diterima, dia dan Nur lalu memberikannya kepada Valentina. (sit/mar)