Tiga Pemakai SS Diciduk

DITAHAN : Polisi menunjukkan Nur Fialis dan Didik Dwi Cahyono serta (foto kanan) Novan Cristis memegang barang buktinya.

MALANG-  Anggota Satreskoba Polres Malang terus bergerilya memberantas pelaku narkotika di wilayah hukum Kabupaten Malang. Senin (11/2) malam, dua pemakai sabu-sabu (SS) ditangkap. Yakni Nur Fialis, 51 tahun, warga Dusun Simping, Desa Turirejo, Lawang dan Didik Dwi Cahyono, 28 tahun, warga Desa Sumberporong, Lawang. Menurut polisi, keduanya hendak pesta SS di tempat cucian mobil milik Nur Fialis. Dari penangkapan itu, disita pula satu poket SS seberat 0,03 gram. Kasubag Humas Polres Malang, Ipda Sholeh Mas’udi menerangkan, tersangka Nur Fialis mengaku memesan SS itu kepada seorang temannya berinisial A yang saat ini menjadi buruan petugas. ”Setelah menerima SS itu, dia lantas mengajak Didik yang juga pegawainya di cucian mobil itu untuk dikonsumsi bersama-sama,” terang Mas’udi.
Dihadapan polisi, Nur Fialis mengaku bila A selalu memberinya SS agar tidak membocorkan dirinya sebagai pengedar barang narkotika. ”Awalnya memang sempat saya konsumsi sendiri. Namun, sekitar enam bulan lalu, saya lalu mengajak Didik untuk mengonsumsi SS itu,” ujar ibu dua anak tersebut.
Di bagian lain, Novan Cristis, 33 tahun, warga Jalan Desa Mangliawan, Pakis ditangkap anggota Satreskoba Polres Malang Kota di sebuah warung Jalan Pahlawan, Terminal Arjosari, Malang. Pria yang bekerja sebagai sales barang rumah tangga itu, ditangkap setelah kedapatan membawa SS. Dari penangkapan tersangka, petugas mengamankan dua poket plastik transparan berisi SS dan satu bungkus rokok. “Tersangka dicurigai sebagai pemakai, setelah petugas mendapat informasi bakal berlangsung transaksi jual-beli sabu-sabu di terminal. Dari informasi awal itulah, kemudian dikembangkan dan berhasil menangkap pembelinya,” kata Kabag Humas Polres Malang, AKP Dwiko Gunawan.
Mantan Kapolsek Wajak itu menjelaskan, dalam penangkapan tersangka, petugas awalnya menemui banyak kendala. Masalahnya, pelaku yang sudah jelas dicurigai, sempat menghilangkan barang bukti. Caranya, menyembunyikan SS di dalam sebuah rokok yang ditaruh di sisi etalase sebuah warung.  “Barang bukti oleh pelaku sempat disembunyikan. Hal inilah, yang awalnya sempat membuat petugas kesulitan mencari barang bukti,” tambahnya. Disinggung mengenai SS, Dwiko mengatakan, jika pelakunya membeli dari seorang penyuplai seharga Rp 900.000. Dari pembelian itu, selanjutnya SS dipisah menjadi dua bagian. (big/sit/mar)