Komisi A Pertemukan Nasabah BPF dengan Polisi

Agar Penyelidikan Kasus Berjalan Transparan
MALANG - Komisi A DPRD Kota Malang kembali membahas nasib nasabah PT
Bestprofit Futures (BPF) Malang. Kemarin, para wakil rakyat tersebut menggelar rapat kerja dengan Polres Malang Kota. Pekan depan, komisi yang membidangi hukum dan pemerintahan ini mempertemukan nasabah dengan polisi.
Ketua komisi A, Arief Wahyudi SH mengatakan, rapat kerja dengan Polres Malang Kota kemarin untuk mengetahui perkembangan laporan nasabah BPF yang sebelumnya sudah melapor secara resmi. ”Berdasarkan rapat tadi, diketahui bahwa polisi sudah menindaklanjuti laporan nasabah PT BPF. Bahkan polisi sudah menyampaikan hasil penyelidikan ke para pelapor,” jelas Arief.
Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah nasabah melaporkan PT BPF Malang ke Polres Malang Kota. Ini dilakukan setelah mereka merugi hingga ratusan juta saat bergabung dengan perusahaan perdagangan berjangka itu.
Lebih lanjut Arief menjelaskan, dalam rapat kerja kemarin juga dipastikan bahwa polisi  berencana melibatkan sejumlah ahli. Diantaraya ahli IT dan perdagangan berjangka. Tujuannya untuk meminta penjelasan tentang praktik bisnis yang dijalankan PT BPF dan penyebab nasabah merugi ratusan juta.
Perkembangan hasil penyelidikan polisi juga akan disampaikan kepada nasabah dalam pertemuan yang difasilitasi Komisi A. “Kami menjadwalkan pertemuan antara polisi dengan nasabah PT BPF Malang pada pekan depan,” jelas wakil rakyat dari dapil Klojen ini.
Tujuan pertemuan pekan depan itu kata Arief agar nasabah mengetahui secara transparan  tentang proses penyelidikan yang dilakukan polisi. “Dengan begitu, nasabah bisa mengetahui perkembangan penyelidikan atas kasus yang dilaporkan,” ujarnya.
Sebelumnya, Komisi A juga menjadwalkan berkonsultasi dengan Kementerian Keuangan dan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) di Jakarta. Tujuannya untuk melaporkan adanya nasabah yang merugi dan langkah yang harus ditempuh untuk mengatasi persoalan ini. (van/nda)