Edarkan Sabu, Mengaku Kurir Napi LP Madiun

USUT: Tersangka Muhammad Zainal Arifin, ketika diinterogasi petugas

LAWANG – Satreskoba Polres Malang kembali menunjukkan taringnya dalam memberantas narkotika di wilayah Kabupaten Malang. Setelah dua budak pemakai sabu-sabu (SS), kemarin giliran pengedarnya yang ditangkap. Dia adalah Muhammad Zainal Arifin, 41 tahun.
Warga Dusun Sentong, Desa Wonorejo, Lawang ini, ditangkap petugas di pinggir jalan raya Dusun Simping, Desa Turirejo, Lawang. Dari tangan dia, petugas mengamankan delapan poket SS seberat 1 gram yang dibungkus dengan plastik transparan.
Kasubag Humas Polres Malang, Ipda Soleh Mas’udi mengatakan, penangkapan Muhammad Zainal Arifin ini, adalah hasil dari pengembangan kedua budak SS yang ditangkap sehari sebelumnya. Yaitu Nur Fialis, 51 tahun, warga Dusun Simping, Desa Turirejo, Lawang dan Didik Dwi Cahyono, 28 tahun, warga Desa Sumberporong, Lawang.
Dalam pemeriksaan, Nur Fialias mengaku kalau sepoket SS yang dimilikinya didapat dari M Zainal Arifin. “Berdasarkan keterangan itulah, petugas Reskoba langsung memburu Muhammad Zainal Arifin. Hasilnya, yang bersangkutan berhasil ditangkap sesaat setelah mengambil paketan SS,” ungkap Soleh Mas’udi.
Dalam pemeriksaan penyidik, tersangka Muhammad Zainal Arifin ini mengatakan kalau dirinya bukan pengedar. Sebaliknya dia mengaku hanya sebagai kurir kakaknya saja. “Saya ini ditelpon kakak saya yang dari Madiun. Saya hanya diberi petunjuk untuk mengambil SS di suatu tempat yang kemudian memberikan kepada Nur Fialis itu. Setiap kali memberikan SS itu, saya mendapat komisi Rp 100 ribu,” terang Zainal Arifin.
Terpisah, Kasatreskoba Polres Malang, AKP Pratolo Saktiawan mengatakan kalau pihaknya masih akan mengembangkan kasus ini. Termasuk memburu Gofar, kakak tersangka Zainal Arifin. “Apa benar yang mengirim itu Gofar kakaknya atau tidak, kami masih menyelidiki. Sebab Gofar ini sendiri, posisinya sekarang berada di LP Madiun,” terangnya. (agp/nda)