Karyawan ‘Pengkhianat’ Gelapkan Solar Perusahaan

TERUNGKAP: Ketiga tersangka bersama barang bukti ketika digelar oleh Kapolsek Pakisaji, AKP Ni Nyoman Sri Erfiandari.

MALANG – Dua karyawan bagian sopir PT Kartika Jaya Abadi di Karangploso, sejak Selasa lalu harus meringkuk di balik rutan Mapolsek Pakisaji. Yakni Andik Pujianto, 30 tahun, warga Desa Wadung, Pakisaji dan Budianto, 48 tahun, warga Desa Mendalan Wangi, Wagir. Keduanya ditahan karena menggelapkan bahan bakar solar perusahaan.
Selain mereka berdua, petugas juga menangkap seorang penadahnya. Yaitu Solikan, 40 tahun, warga Desa Wadung, Pakisaji. Dan untuk barang bukti sendiri, petugas mengamankan 34 jirigen, dimana dua diantaranya masih berisi solar.
“Mereka ini kami tangkap di rumahnya masing-masing. Kali pertama yang kami amankan adalah Andik Pujianto, lalu menangkap Budianto dan Solikan. Dan untuk barang bukti jirigen itu, kami amankan di rumah Andik,” ungkap Kapolsek Pakisaji, AKP Ni Nyoman Sri Erfiandari.
Diperoleh keterangan, sebelum ditahan Andik Pujianto dan Budianto ini adalah karyawan PT Kartika Jaya Abadi, yang bergerak di bidang bahan beton cair. Keduanya bekerja sebagai sopir sudah lama. Selama bekerja, sebelumnya mereka sama sekali tidak ada masalah.
Namun sejak sebulan terakhir ini, masalah muncul setelah mereka dililit hutang. Keduanya sepakat mengambil bahan bakar solar pada kendaraan yang dikemudikannya. Caranya, setiap kali usai pengiriman bahan beton cair ke tempat tujuan, mereka menyempatkan diri untuk pulang ke rumah Andik.
Setiba di rumah Andik, keduanya lalu menyedot solar pada tangki kendaraan untuk dipindahkan ke jirigen. Dan itu dilakukan setiap hari selama sebulan. Setelah itu, mereka kembali ke pabrik untuk mengembalikan kendaraan truk.
“Solar yang diambil dari kendaraan itu, kemudian dijual kepada Solikan. Satu liter solar dijual seharga Rp 4000. Uang hasil penjualan menurut mereka habis untuk kebutuhan keluarga,” terang Nyoman.
Terungkapnya aksi penggelapan sendiri, bermula dari perusahaan tempat keduanya bekerja curiga. Itu karena kedua kendaraan yang dikemudikan oleh Andik Pujianto dan Budianto, selalu merugi karena setiap hari bahan bakar solar selalu habis. Padahal pagi sebelum pengiriman, bahan bakar solar kendaraan selalu diisi.
Karena ada yang tidak beres itu, Harold Kaurong, pemilik perusahaan melaporkannya ke petugas Polsek Pakisaji. Berdasarkan dengan laporan itu, petugas lalu melakukan penyelidikan. Begitu diketahui solar digelapkan oleh Andik, petugas langsung menggrebek rumahnya. (agp/nda)