Aksi Duet Dukun Palsu Berakhir di Hotel Prodeo

Teks Foto: Kedua tersangka dukun palsu yang diamankan petugas Polsek Wagir.

WAGIR – Dua warga Desa Pandanlandung, Wagir, Selasa lalu diamankan petugas Reskrim Polsek Wagir. Yaitu Siono, 45 tahun dan Sukoyo, 41 tahun. Keduanya ditangkap lalu dijebloskan ke dalam penjara karena telah melakukan penipuan dengan modus sebagai dukun yang bisa mendatangkan emas.
“Mereka ini kami tangkap di rumahnya masing-masing, setelah kami mendapat pengaduan dari korban. Barang bukti kami amankan sendiri, yaitu tujuh buah kalung yang terbuat dari bahan kuningan,” ungkap Kapolsek Wagir, AKP Nuryono.
Mantan Kapolsek Dampit ini menerangkan, aksi penipuan yang dilakukan Siono dan Sukoyo ini, sebenarnya terjadi pada pertengahan November 2012 lalu. Yang menjadi korbannya adalah M Mahfud, 32 tahun, warga Desa Mulyoarjo, Lawang dan Agus Giri Saputra, 41 tahun, warga Desa Sitirejo, Wagir.
Penipuan tersebut bermula dari perkenalan M Mahfud dengan tersangka Sukoyo. Keduanya saling kenal setelah diperkenalkan oleh Andri, yang diakui adalah teman Sukoyo. Dari perkenalan tersebut, Mahfud yang mengeluh sedang butuh uang, oleh Sukoyo dikenalkan kepada Siono.
Kepada korban, Sukoyo mengatakan kalau Siono adalah orang pintar yang bisa melakukan ritual pengambilan perhiasan emas di tempat keramat. Tertarik dengan apa yang disampaikan kedua tersangka, Mahfud lalu memberitahukan sekaligus mengajak temannya Agus.
Setelah itu, kedua tersangka mengajak ketemuan kedua korban di suatu tempat di wilayah Wagir. Mereka meminta uang sebesar Rp 5 juta, dengan alasan sebagai mahar dan untuk pembelian perlengkapan ritual seperti dupa dan kembang. Setelah uang didapat, kedua tersangka mengajak untuk melakukan ritual keesokan harinya.
Ritual pertama dilakukan di sebuah punden di Bumirejo – Gunung Kawi. Usai ritual pertama, tersangka memberikan empat buah kalung yang dikatakan didapat dari ritual. Namun ketika akan dijual dikatakan kalau emas itu palsu. Begitu juga ketika ritual kedua di punden Desa Sekarpuro – Pakis, juga diberi emas palsu.
“Saat korban mengatakan kalau kalung yang diberikan itu palsu, tersangka mengatakan kalau mungkin emasnya belum sempurna. Dan untuk meyakinkan, tersangka mengatakan akan melakukan ritual lagi untuk penyempurnaan emasnya,” terang mantan Kapolsek Pujon ini.
Kasus penipuan sendiri, baru terbongkar setelah korban diajak kembali melakukan ritual yang kali ketiga di sebuah punden di Lawang dan diberikan kalung. Karena kalung yang diberikan tetap palsu, korban yang sadar kalau ditipu akhirnya melaporkan ke petugas Polsek Wagir, awal pekan lalu. Berdasarkan laporan tersebut, petugas langsung menangkap kedua tersangka.
“Kalung yang saya berikan kepada korban itu saya beli di Pasar Loak Comboran, seharga Rp 600 ribu. Dan uang hasil penipuan itu habis saya gunakan untuk mencukupi keluarga,” ujar Siono. Sedangkan Sukoyo sendiri, mengaku kalau dirinya tidak tahu menahu soal penipuan itu.(agp/nda)