Selasa dan Jumat, Polisi Gendut Wajib Ikuti Terapi Fisik

OLAH RAGA : Anggota Polres Malang Kota yang masuk dalam daftar polisi gendut, berolahraga kemarin.

MEMILIKI berat badan lebih (gendut), bagi sejumlah orang mungkin sudah biasa. Tetapi kalau yang berbadan gendut itu polisi, tanggapan orang jelas berbeda.  Pagi kemarin, sekitar 70 anggota polisi berkumpul di halaman depan Polres Malang Kota. Dengan mengenakan seragam olah raga, para polisi dan beberapa polwan ini, berbaris dibawah arahan Kasubag Pers AKP Hartomo. Mereka yang dikumpulkan ini adalah, anggota yang masuk dalam daftar polisi gendut.
Sesuai instruksi Kapolda Jatim, polisi yang kelebihan berat badan atau over weight ini, diwajibkan untuk mengikuti program ‘penggembosan’ perut. Caranya terus dengan memberikan terapi fisik secara berkala. “Sebetulnya, sesuai daftar ada 75 anggota yang harus ikut program ini. Namun beberapa ada yang tidak hadir dengan alasan lepas dinas dan sakit,” ungkap Hartomo. Sebelum mulai masuk terapi fisik, para polisi gendut ini terlebih dahulu dilakukan pengecekan. Mulai pengecekan berat badan, tinggi badan serta pengecekan tensi darah. Dari pengecekan ini, diketahui ada seorang personel polisi yang kelebihan berat badan sampai 50 kilogram. Dia adalah Aiptu Joko Santoso.
Staf Sium bagian Urdal Polres Malang Kota ini, memiliki berat badan 135 kilogram. Meski dibanding dengan personel lain, berat badan pria 50 tahun ini terlihat menyolok, tetapi dia sama sekali tidak canggung. Bahkan, malah justru terlihat paling semangat. “Program ini sangat bagus sekali. Semua efek dari program ini sangat positif. Saya sangat setuju sekali ada program seperti ini, karena saya sendiri juga ingin kurus dan memiliki tubuh ideal,” tutur Joko Santoso. Semangat untuk menurunkan berat badan sendiri, tidak hanya dengan mengikuti program penggembosan perut. Namun, Joko menegaskan kalau dirinya juga akan mengontrol kebiasannya yang suka makan. “Dulu setiap ingin makan apa saja, langsung saya makan. Sehari sampai lima kali makan. Namun sekarang sudah tidak berani lagi,” ujarnya.
Usai pengecekan, para polisi gendut ini langsung diminta untuk baris. Dengan dipimpin seorang pembina yaitu Aiptu Sirait, langsung memulai melakukan terapi fisik. Caranya selain dengan melakukan beberapa gerakan seperti senam, lari di tempat, juga dengan gulung-gulung di lapangan. “Tetapi kalau hanya cuma senam saja, menurut saya kurang. Namun kalau dibuat dengan lari itu baru maksimal. Dan memang program ini ada hasilnya, tadi sebelum senam tensi saya tinggi tetapi setelah senam, tensi saya menurun,” kata Kanit Intel Polsekta Kedungkandang, Iptu Heri Purwanto. Program penggembosan perut ini, nantinya akan dilaksanakan dua kali dalam sepekan. Yaitu pada hari Selasa dan Jumat pagi sekitar pukul 08.00. (agung priyo/marga nurtantyo)