Suhadi Mangkir Disidik

Decky Hermansyah

KEPANJEN- Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Malang, H.M. Suhadi SE, M.AP, mangkir dari panggilan pertama penyidik Polres Malang. Sedianya, Suhadi diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan penggelapan mobil, yang dilaporkan oleh Suratman, salah satu dosen di sebuah perguruan tinggi swasta (PTS) di Kota Malang. Kasatreskrim Polres Malang, AKP Decky Hermansyah mengatakan sedianya anggota DPRD dari fraksi PDIP itu diperiksa kemarin siang pukul 10.00. Namun, ditunggu hingga pukul 12.00, yang bersangkutan tak datang. “Suhadi hanya mengirimkan surat keterangan sekaligus permohonan maaf tak bisa hadir dalam pemeriksaan kali ini, yang diantarkan oleh stafnya,“  ujarnya.
Dijelaskan dia, seperti yang tertulis pada surat yang dikirmkan oleh Suhadi ke penyidik unit I, alasan yang bersangkutan mangkir dalam pemeriksaan ini, lantaran kesibukannya sebagai anggota DPRD Kabupaten Malang. “Saya tak tahu, alasan yang ditulis itu benar-benar begitu atau tidak,“ ungkapnya. Mantan Kasatreskrim Polres Malang Kota ini mengatakan, yang bersangkutan bersedia datang memenuhi panggilan pertama tersebut pada hari Rabu (20/2) mendatang. Hanya saja, kata Decky, penyidik belum tentu akan memeriksa Suhadi pada tanggal tersebut. “Yang berhak menetukan kapan watu pemeriksaan adalah penyidik. Semuanya tergantung penilaian dan pertimbangan penyidik. Bisa saja pada tanggal 20 bisa saja dipercepat maupun diperlambat,“ bebernya.
Dia menambahkan hingga saat ini belum berencana untuk memanggil paksa yang bersangkutan. Decky masih menunggu laporan perkembangan penyidikan, yang dilakukan oleh unit 1 Satreskrim Polres Malang. “Saat ini penyidik masih membahas dan menggelar terkait Suhadi yang tak hadir hari ini (kemarin). Untuk hasilnya bagaimana, ditunggu saja nanti,“ pungkasnya.
Malang Post yang melakukan penelusuran, agenda Komisi A DPRD Kabupaten Malang memang padat kemarin. Seperti kunjungan kerja ke Kecamatan Dampit, untuk melakukan sosialisasi pemilihan kepala desa serentak se Kabupaten Malang. “Tapi yang bersangkutan (Suhadi), sampai saat ini tak terlihat mengikuti kegiatan sosialiasasi ini,“ ungkap salah satu sumber yang enggan namanya dikorankan. (big/mar)