Polisi Bekuk Penyuplai SS

GELAR : Tersangka Slamet dengan barang buktinya digelar di Polres Malang Kota.

MALANG– Pengedar narkotika jenis sabu-sabu (SS) kembali berhasil diamankan petugas Satreskoba Polres Malang Kota. Tersangkanya yakni Slamet, 50 tahun, warga Desa Sentul, Purwodadi, Pasuruan. Penjual kerupuk ini, ditangkap di rumahnya saat hendak transaksi. Selain tiga poket SS kecil dibungkus plastik transparan, barang bukti yang diamankan dari tangan tersangka ini berupa uang hasil penjualan SS sebesar Rp 1 juta, satu buah timbangan elektrik, HP warna hitam serta satu pak plastik transparan ukuran kecil. “Semua barang bukti tersebut, kami amankan dari dalam rumah tersangka saat dilakukan penggeledahan,” ungkap Kasubag Humas Polres Malang Kota, AKP Dwiko Gunawan.
Menurut mantan Kasatreskrim Polres Batu ini, penangkapan Slamet ini bermula dari tertangkapnya Novan Kristianto, warga Desa Mangliawan, Pakis. Dia yang ditangkap di Terminal Arjosari karena kedapatan membawa SS ini, mengaku mendapat barang haram tersebut dari Slamet. Berdasarkan keterangan Novan itulah, petugas lalu mengembangkan kasusnya dengan mencari keberadaan Slamet. Begitu diketahui Slamet hendak melakukan transaksi, petugas langsung menggerebek rumahnya dan menangkap Slamet.
Dalam pemeriksaan penyidik, Slamet ini mengaku kalau dirinya sudah tujuh bulan lalu bergelut di dunia narkotika. Dia mengaku mendapat serbuk putih SS itu dari seorang temannya asal Surabaya. Sepoket ukuran sedang dibeli dengan harga Rp 850.000, yang kemudian dibagi menjadi beberapa poket untuk dijual lagi. “Kalau semua poket habis terjual, saya mendapat keuntungan sebesar Rp 150.000. Lumayan keuntungannya itu bisa untuk tambahan mencukupi kebutuhan keluarga. Tetapi setelah tertangkap ini, saya kapok,” tutur Slamet. Melihat perbuatannya itu, Slamet sendiri dijerat dengan Pasal 114 ayat 1 dan 112 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun kurungan penjara. (agp/mar)