Saling Tuding Berselingkuh

BUKTI SETOR : Pengacara Bian D’Bagindas, Khusdariano menunjukkan bukti transfer uang untuk Diah dan Kanaya, anak istri kliennya (foto kanan)

Bian Pergoki Istri Berduaan dengan Laki-Laki
KEPANJEN- Sidang kedua gugatan perceraian terhadap Beni Riyanto alias Bian D’Bagindas kembali dilakukan kemarin. Namun, sama dengan sebelumnya, Bian tidak hadir di Pengadilan Agama (PA) Negeri Kabupaten Malang di Kepanjen dan hanya diwakili pengacaranya, Khusdariano SH. MH. Mhum. Justru dalam sidang kali ini, Samrotul Sardiah alias Diah, istri Bian tampak hadir didampingi kuasa hukumnya, Arifin SH. Wanita muda yang tinggal di Desa Banjarsari RT04 RW01, Ngajum itu datang bersama dengan Cinta Kanaya Nebisa, 2 tahun, anak hasil pernikahannya dengan Bian. ”Sejak istrinya mengandung Kanaya, tahun 2011 lalu,  Bian sudah jarang di rumah. Dia lebih mementingkan karirnya sebagai vokalis band di Jakarta. Klien saya, Diah harus berjuang sendiri memenuhi kebutuhan Kanaya,“ papar Arifin sebelum sidang dimulai.
Menurutnya, Bian sama sekali tidak mengunjungi maupun membeli perhatian termasuk kabar kepada anak istrinya. Yang lebih membuat Diah langsung mengajukan gugatan, saat Bian dianggap ketahuan selingkuh dengan Devi Citra, dengan bukti foto-foto mesra keduanya. Namun, berbagai tudingan yang diarahkan kepada Bian, dipatahkan oleh Khusdariano. Dia justru mengatakan bila Bian adalah sosok suami yang bertanggungjawab kepada keluarganya. Meski vokalis yang bandnya naik daun karena lagu Empat Mata itu jarang di rumah, dia tidak lupa memberi nafkah kepada anak dan istrinya. “Ini buktinya transferan uang Bian ke rekening Diah tiap bulannya. Jadi, Bian tak lepas begitu saja menafkahi keluarganya, meski dia bekerja di luar kota,“ kata Khusdariano menunjukan bukti slip transferan dari salah satu bank.
Dia pun membantah tudingan bahwa Bian telah melakukan perselingkuhan. Bahkan Khusdariano menuding balik Diah telah melakukan perselingkuhan selama ditinggal Bian bekerja di Jakarta. “Bian bercerita kepada saya. Saat pulang ke Malang, pernah mendapati Diah sedang berduaan dengan laki-laki lain di salah satu resto. Mungkin gugatan cerai dilakukan Diah supaya bisa menikahi laki-laki itu,“ tudingnya. Sementara itu, sidang yang hanya digelar selama lima menit hanya memberikan waktu kepada kedua pihak untuk melakukan mediasi. Sidang yang dipimpin Hakim Ketua H. Maskur SH akan digelar kembali 28 Februari mendatang. “Mediasi itu langkah hakim untuk mendamaikan pasangan suami istri yang bertikai, agar terhidar dari perceraian,“ jelas Sekretaris Panitera PA Negeri Kabupaten Malang, Akhmad Muzaeri SH. (big/mar)