Dua Penogel Ditangkap

PASRAH : Tersangka Suba’i dan Sriono di Polres Malang.
KEPANJEN- Pengecer judi toto gelap (togel) terus menjadi incaran polisi. Kemarin, dua pengecer judi kupon putih itu berhasil diamankan aparat kepolisian. Yakni Riyadi Bin Suba’i, 52 tahun, warga Dusun Sukoyuwono RT02 RW06, Desa Pala’an, Ngajum dan Sriono, 62 tahun, warga Dusun Karangan, Desa Donowarih, Karangploso. Suba’i, ditangkap petugas Satreskrim Polres Malang di rumahnya sesaat setelah melayani penombok judi togel. Dari tangannya, barang bukti yang diamankan oleh petugas adalah satu buah bulpoin, enam lembar rekapan togel dan uang tunai sebesar Rp 137.000.  “Tersangka Suba’i, ditangkap oleh petugas tadi siang (kemarin), setelah mendapat informasi dari warga sekitar kalau dia mengecerkan judi togel. Sedangkan Sriono, ditangkap di pasar Kepanjen, saat menjalankan aksinya,” kata Kasubag Humas Polres Malang, Ipda Sholeh Mas’udi, kepada wartawan kemarin.   Dihadapan penyidik yang memeriksanya, Suba’i, mengaku baru pertama kali menjadi pengecer togel. Bapak tiga anak ini mengatakan, kalau pendapatan hasil jualan togel tiap kali bukaan sekitar Rp 300.000 dengan komisi sebesar 20 persen.
“Saya baru pertama kali berjualan togel. Saya hanya menjadi pengecernya saja,” ungkap Suba’i.  Hasil jualan togel sendiri, dikataka oleh Suba’i, disetorkan kepada seorang pengepul yang juga warga Ngajum. Sedangkan diwaktu yang Sama,  Sriono juga digiring oleh buser satreskrim ke tahanan Mapolres Malang, dengan kasus yang sama. Barang bukti yang turut diamankan dari tersangka adalah sebuah HP yang didalamnya berisi angka nomor togel, tujuh lembar kertas rekapan togel, satu buah bolpoin, satu unit sepeda merek Honda Revo milik tersangka, dan uang tunai sebesar Rp. 112.000. Sama halnya dengan Suba’i, Sriono dihadapan penyidik yang memeriksanya juga mengaku baru pertama kali menjadi pengecer togel. “Saya butuh uang untuk memenuhi kebutuhan hidup. Karena saya pengangguran dan cuma tamatan SD, jadi sulit untuk bekerja,” terangnya. (big/mar)