Polisi Tingkatkan Proses Hukum PNPM Donomulyo

KEPANJEN- Polres Malang meningkatkan proses penanganan kasus dugaan korupsi dalam Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM-MPd) di Donomulyo, dari penyelidikan ke penyidikan. Proses peningkatan itu  terjadi, setelah penyidik sudah memeriksa total 21 saksi terkait kasus tersebut.  Hal ini diungkapkan Kasatreskrim Polres Malang, AKP Decky Hermansyah. “ Rabu (13/2), sudah kita naikan kasus ini ke tahap penyidikan. Kita sudah kantongi sejumlah bukti dan mengumpulkan keterangan dari para saksi,” ujarnya. Hanya saja menurut mantan Kasatreskrim Polres Malang Kota ini mengakui tak bisa serta merta menetapkan terlapor Kristina, 34 tahun, warga Desa Tlogosari, Donomulyo, sebagai tersangka.  
Decky menambahkan ada tiga tahapan yang harus dilalui oleh penyidik sebelum menentukan terlapor Kristina sebagai tersangka. “Penyidik sudah mengumpulkan bukti dan para saksi. Selanjutnya penyidik masuk tahapan kedua yakni terang tindak pidana, yang kemudian diakhiri dengan menentukan tersangkanya,“ bebernya secara rinci. Sempat muncul kabar jika Kristina yang menjadi otak penyelewengan dana sebesar Rp 437.887.866 ini sudah ditangkap dan diamankan oleh jajaran Satreskrim Polres Malang. Namun hal ini dibantah Kanit I Idik Satreskrim Polres Malang, Ipda Sutiyo, SH. MH. “Masih belum. Kami hanya sebatas meningkatkan tahapan kasus ini dari penyelidikan ke penyidikan,“ katanya ditemui terpisah.
Disinggung mengenai kapan Kristina dipanggil untuk dimintai keterangan, itu tergantung kemajuan dari penyidik unitnya untuk mengungkap kasus ini. Seperti yang diberitakan, kasus dugaan korupsi ini dilaporkan tim Advokasi Hukum Ruang Belajar Masyarakat (RBM), 12 November tahun lalu. RBM melaporkan Kristina, Ketua Unit Pengelola Kegiatan (UPK).
Kasus dugaan korupsi senilai lebih dari Rp 437.887.866 ini, terungkap setelah adanya audit Badan Pengawas Unit Pengelola Kegiatan (BP-UPK) pada Maret 2011. (big/mar)