Penipu SMS dan Internet Se-Indonesia Digulung

JARINGAN : Ditreskrimum Polda Metro Jaya menunjukkan barang bukti jaringan komplotan penipuan SMS dan internet.

JAKARTA- Hati-hati jika menerima pesan singkat (SMS) menawarkan tiket pesawat murah. Anda jangan langsung tergiur karena modus ini digunakan untuk penipuan. Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil menangkap enam tersangka penipuan melalui SMS dan internet yang menawarkan tiket pesawat dan senjata di Bogor, Jawa Barat. ”Tersangka berinisial AL, IL, SU, SI, WW dan AL. Keenamnya ditangkap di Jalan Bina Bakti, Kelurahan Cikaret RT06 RW03, Bogor Kota, Bogor, Jawa Barat,” tutur  Kasubdit Resmob Polda Metro Jaya, AKBP Herry Heryawan kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, kemarin. Menurut dia, para tersangka sebenarnya ditangkap Rabu (13/2) pukul 05.00.
”Namun karena butuh penyelidikan dan pemeriksaan lebih intensif, baru kita gelar. Yang pasti, banyak laporan masyarakat yang kita terima dari penipuan yang mereka lakukan. Kasus ini juga lintas batas, tidak hanya di Jakarta saja. Namun di seluruh Indonesia,” lanjutnya. Herry mengungkapkan, cara penipuan tidak hanya dilakukan melalui layanan SMS, tapi juga melalui website. ”Website tersebut www.gudangsenjata.com, www.asiatravel.com dan www.artha-travel.com. Para pelaku melakukan kejahatan ini sudah selama tiga tahun," ujarnya. Proses penyelidikan dan upaya paksa penangkapan polisi sendiri, dilakukan selama 1 bulan lebih setelah dibantu pula olej unit cyber Polda Metro Jaya. ”Situs-situs itu hanya covernya aja. Ini sindikat besar yang beroperasional lama,” tegas Herry.  
Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, mengatakan sindikat ini dapat meraih keuntungan dari aksi penipuan mencapai Rp 600.000 hingga Rp 10 juta per hari. "Otak pelakunya adalah AL. Dia yang mengerti soal teknik informasi," kata dia.  Dari keenamnya, petugas menyita 26 handphone, 70 buah modem, 8 unit laptop, ratusan SIM card, 12 kartu ATM, tujuh buah rekening dan satu buah mesih faksimile. "SIM card ini digunakan untuk gonta ganti nomor telepon agar tidak dapat dilacak korban. Jadi saat korban sudah transfer uangnya, kemudian nomor yang sudah diketahui korban tidak akan mereka gunakan lagi," jelas Rikwanto. (dk/mar)