Kota Malang Ladang Bisnis Narkoba

GELAR : Wakapolres Malang Kota, Kompol Wiyogo Pamungkas menunjukkan barang bukti dan tersangka narkoba.

MALANG-  Kota Malang masih menjadi ladang yang cukup menjanjikan bagi mereka yang bergelut di bisnis narkoba. Selama kurun waktu selama setahun, jumlah tersangka dan barang buktinya yang diamankan semakin banyak. Salah satu contoh saja dibulan Januari. Bila Januari 2012, anggota Satreskoba Polres Malang Kota hanya menangkap dua pelaku, namun di Januari 2013 ini, ada delapan tersangka narkoba yang dibekuk. Hal ini terungkap dalam paparan Polres Malang Kota ketika menggelar penangkapan para tersangka narkoba kemarin. Menurut data mereka, sabu-sabu (SS) masih menduduki peringkat pertama, sedangkan pemilikan ganja berada di peringkat kedua. “Dengan keberhasilan yang telah dilakukan anggota Reskoba, menunjukkan jika kota Malang memang menjadi bagian target penyebaran narkoba. Meskipun untuk prosentase besar atau kecilnya barang yang masuk, tidak bisa dipastikan secara detil,” papar Wakapolres Malang Kota, Kompol Wiyogo Pamungkas.
Boleh dikata, ujarnya, peluang bisnis di bidang barang terlarang ini cukup menjanjikan. Yang menarik, tempat-tempat hiburan mulai tidak tersentuh dari keterkaitan penangkapan para tersangka. “Rata-rata penangkapan yang dilakukan jauh dari tempat hiburan. Sementara penyebarannya pun lebih ke arah masyarakat secara umum. Baik itu wiraswasta, anak muda  hingga orang tua,” tambahnya. Khusus di bulan Febuari, Wiyogo mengaku bila jajarannya sudah berhasil menahan empat tersangka kasus SS, baik itu pemakai dan pengedarnya yang berasal dari Pasuruan. ”Dari data juga terlihat, banyak orang luar yang datang ke Malang untuk melakukan transaksi dengan pemakainya atau dengan pengedarnya,” tegasnya.
Disisi lain, polisi juga merilis bila faktor gengsi, menjadi salah satu alasan sejumlah pemakai narkoba jenis SS. Bentuk atau kemasannya yang simpel dan mudah disimpan, menjadi alasan khusus untuk beberapa pengguna. Dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka yang diamankan, pemakai narkoba tidak terfokus pada pelajar atau mahasiswa. Namun, hampir semua lapisan masyarakat menjadi sasaran konsumen yang empuk dari barang terlarang tersebut. “Faktor gengsi dan efek dianggap bisa tidak ngantuk, bisa jadi menjadi alasan khusus sang pemakai. Sementara pengedar, tentu berhubungan dengan harga tinggi yang ditawarkan. Semakin mahal, maka kesempatan mendapatkan untung semakin besar,” tambah Kasatreskoba Polres Malang Kota, AKP Sunardi Riyono. (sit/mar)