Mahasiswa Pukuli Lansia

PATAH : Imam Sanusi menunjukkan hasil rontgen salah satu jari tangan kanannya patah.

SUKUN- Bermaksud menolong seorang tukang sapu, H. Imam Sanusi, 72 tahun, malah dipukuli lima oknum diduga mahasiswa Universitas Kanjuruhan (Unikan) di jembatan kanjuruhan Jumat (15/2) pagi. Akibat penganiayaan itu, sekujur tubuh warga Jalan Keben II A Malang ini memar. Selain itu, salah satu jari tangan kanannya patah. Ditemui di rumahnya kemarin, Sanusi mengaku bila kejadian itu saat baru saja pulang salat Subuh di masjid yang tidak jauh dari rumahnya. ”Baru saja pulang dari masjid, pak Min, tukang sapu yang menyiapkan tempat untuk senam lansia setiap hari Senin, Rabu dan Jumat berlari-lari ke rumah sambil berteriak minta tolong. Dia mengaku baru saja dikeroyok oleh lima mahasiswa di jembatan masuk kampus,” terangnya.
Saat itu juga, Sanusi pun mendatangi lima mahasiswa yang setengah teler karena minuman keras di jembatan yang berjarak 50 meter dari rumahnya itu. ”Saya ajak pak Min untuk kembali ke sana. Saya juga bawa cangkul kecil untuk tanaman di rumah,” lanjutnya. Namun, belum sempat berkata apa-apa, lima pemuda diduga asal luar Jawa ini langsung mengeroyoknya. Namanya lansia, dihajar bertubi-tubi ini, membuat Sanusi terjungkal. Meski sudah terjatuh, lima orang tersebut masih menganiayanya. Untung saja, Gesti, salah satu penghuni kos yang dekat dengan lokasi kejadian, melihat dan langsung berteriak pencuri. Teriakan tersebut, tak urung membuat kelima pengeroyok Abah, panggilan Sanusi kabur.
Warga sekitar yang ikut berdatangan segera menolong bapak dua anak ini dan membawanya pulang ke rumah. ”Pakaian saya sampai penuh bercak darah,” kata dia. Baru sekitar dua jam kemudian, Sanusi diantar keluarganya melapor ke Mapolsekta Sukun. Kepada Malang Post, kakek empat cucu itu menjelaskan, ulah oknum mahasiswa ini sudah berulangkali terjadi. Selain suka pesta minuman keras di teras depan kampus dini hari hingga pagi, mereka juga sering melakukan penargetan kepada pengguna jalan yang lewat, warga sekitar dan nasabah bank yang sedang mengambil uang di ATM salah satu bank yang berada di depan kampus Jalan Soedanco Supriadi Malang tersebut. ”Pokoknya mereka sering berbuat onar di wilayah sini,” tegas Sanusi didampingi Yusuf Wibisono, salah satu anaknya.

Keluhkan Keamanan
WARGA sekitar mengaku cukup mengeluhkan perbuatan para mahasiswa yang berbuat kriminal ke Mapolsekta Sukun. Namun, mereka juga melihat polisi masih belum mampu berbuat apa-apa untuk memberikan rasa aman kepada lingkungan tersebut. ”Sebenarnya, beberapa kali, kami sudah melapor ke polisi karena ulah mahasiswa ini sudah diluar batas. Selain sudah menarget dan mabuk, mereka juga tidak segan-segan melakukan pemukulan,” kata Totok Hariono, salah seorang warga. Peristiwa yang menimpa Sanusi ini, dianggap sebagai puncak kejadian kriminal yang sering dilakukan oknum mahasiswa tersebut. ”Nah, sekarang polisi sebagai simbol keamanan bagaimana? Apa langkahnya untuk memberikan rasa aman kepada warga? Kami bahkan sampai mengadu ke Koramil Sukun supaya mahasiswa yang berbuat onar ini diusir,” kata dia.
Dihubungi secara terpisah, Kapolsekta Sukun, Kompol Lukman Cahyono SIK, MH mengaku siap mengakomodir dan melakukan langkah-langkah penyelesaian keamanan di sekitar kampus Unikan. ”Kami membuka diri untuk menerima keluhan-keluhan dan kami siap untuk menindaklanjuti laporan warga. Dia berharap warga untuk menyampaikan ke dirinya terkait permasalahan di tempat itu. Selama ini, saya memang belum menerima keluhan itu. Tapi pasti segera saya tindaklanjuti,” tegas perwira tersebut. Hari ini, tambahnya, Polsekta Sukun mendatangkan babinkamtibmas ke tempat tersebut untuk juga menerima keluhan itu. Terkait kejadian pengeroyokan terhadap Sanusi, diakui Lukman, unit reskrim masih melakukan penyelidikan secara mendalam. ”Kami berusaha untuk segera menangkap pelakunya karena identitas pelaku masih minim. Yang pasti, anggota masih melakukan penyelidikan di lapangan,” pungkasnya. (mar)