Bus Lindas Pengantin Baru

MALANG– Jalan Gatot Subroto Malang, kembali menelan korban jiwa. Kemarin pagi, sekitar pukul 07.30, Slamet Harianto, 34 tahun, warga Jalan Adi Santoso RT01 RW02, Kelurahan Ardirejo, Kepanjen tewas seketika dilindas bus Sumber Lumayan, AG 7023 UP di jalan tersebut. Pegawai staf TU SMA Negeri 1 Kepanjen ini, mengalami luka serius di kepala dan tubuhnya. Motor Honda Kharisma, N 2927 EE yang dikendarainya juga ringsek. Hingga semalam, kasus kecelakaan ini masih dalam penyelidikan petugas laka lantas Polres Malang Kota. Namun, dugaan sementara, penyebab kecelakaan diakibatkan kurang hati-hatinya Slamet mengendarai motornya. Menurut beberapa saksi mata di lokasi kejadian, motor yang dikendarai korban dan bus, sama-sama melaju ke arah utara.
Kedua kendaraan berjalan dengan kecepatan sedang. Posisinya, bus berada di depan, sedangkan motor di belakangnya. Saat kedua kendaraan itu berada di perempatan Embong Brantas, korban yang diduga terburu-buru ini memacu motornya, berusaha mendahului bus dari sebelah kanan. ”Dia tidak tahu kalau dari arah berlawanan, muncul mobil boks yang tidak dikenal,” ungkap Suparno, warga Embong Brantas. Kemunculan mobil boks membuat Slamet berusaha mengerem laju motornya mendadak. Namun motornya justru oleng dan stir menyenggol bodi bus. ”Apesnya, begitu terjatuh, dia malah masuk ke kolong tengah bus dan terlindas,” lanjutnya. “Saya tidak tahu kalau setir motornya menyenggol bus. Konsentrasi saya waktu itu ke depan. Baru ketika hendak jalan itulah, baru terasa melindas sesuatu,” ujar Mudiono, sopir bus.
Sementara itu, Untung, 56 tahun, paman korban yang ditemui di kamar mayat RSSA Malang mengatakan kalau Slamet ini adalah pengantin baru. Korban baru mengakhiri masa lajangnya sekitar 10 hari lalu. “Dia itu mau ke Pasuruan untuk menjemput istrinya yang memang asli sana. Dia sudah membawa dua helm serta tas berisi buah. Mungkin saat itu dia terlalu terburu-buru hingga kecelakaan,” katanya.

Sehari Tiga Kecelakaan, Satu Tewas
DALAM sehari kemarin, tiga kasus kecelakaan juga terjadi di wilayah hukum Polres Malang. Satu orang tewas dan dua lainnya luka-luka.  Yang pertama, Mitsubishi L300 pick up, N 8692 GC yang dikemudikan Rohmat Soleh, warga Jalan Melati RT24 RW09, Desa Malangsuko, Tumpang, melajukan kendaraannya dengan kecepatan sedang. Tiba di pertigaan Jalibar, di depannya Honda Supra X 125, N 2210 PH yang dikemudikan Hendry Teguh Priyanto, warga Desa Talangsuko RT03 RW03 Turen memperlambat kendaraannya dan membelok ke arah Jalibar. “Diduga pengemudi pick up yang tak bisa menjaga jarak kendaraannya, akhirnya menabrak bagian belakan sepeda motor,“ kata Kanit Laka Lantas Polres Malang, Ipda Purnomo. Sedangkan kecelakaan kedua, terjadi di Jalan Raya Ahmad Yani, Kepanjen. Honda Megra Pro, N 2035 EZ yang dikendarai Moch Abdul Rochim, warga Desa Kranggan RT02 RW01 Ngajum bertabrakan dengan motor Honda Revo, N 4636 EX yang dikemudikan Suyono, warga Dusun Gombangan RT41 RW19, Desa Tumpakrejo, Gedangan.
Kecelakaan ketiga terjadi di Jalan Raya Imam Bonjol, Singosari. Motor Honda Kharisma, N 4936 JI yang dikemudikan Alfiyah, 35 tahun warga Dusun Sengkrakan RT03 RW09, Desa Bedali, Lawang bertabrakan dengan truk, L 9001 UJ yang dikemudikan Budiono, warga Dusun Ngemplak RT22 RW05, Desa Pagerwojo, Kecamatan Buduran, Sidoarjo. Kecelakaan terjadi diduga Alfiyah memacu kuda besinya berniat mendahului kendaraan truk dari samping kanan.
Karena terlalu mepet, sehingga pengendara sepeda motor itu terjatuh serta tertinda ban atau roda kanan truk tersebut. (agp/big/mar)