Dua Korban LPG Dikubur

Peristiwa
LAWANG– Dua dari lima pegawai distributor LPG yang terbakar akibat salah satu tabung meledak, akhirnya meninggal dunia. Yakni Nuryanto, 23 tahun, warga Desa Sekarmojo Damar, Purwosari, Pasuruan dan Wahyu Widiantoro, 21 tahun, warga Dusun Krajan, Desa Sumberngepoh, Lawang. Nuryanto meninggal dunia Sabtu (16/2) sore sekitar pukul 15.30. Sedangkan Wahyu Widiantoro, meninggal dunia dini hari kemarin sekitar pukul 02.30. Keduanya mengembuskan nafas terakhirnya saat dalam perawatan di ruang 16 RSSA Malang, karena luka bakar yang cukup serius.
Sedangkan tiga korban lainnya, yakni Ahmad Yusuf, 18 tahun, serta Rizky Wijaya, 21 tahun, warga Dusun Krajan, Desa Sumberngepoh, Lawang dan Yulianto, 23 tahun, warga Purwodadi, Pasuruan, masih menjalani perawatan intensif di ruang 16 RSSA Malang. Seperti diketahui, lima pegawai distributor LPG di Jalan Dr Wahidin, Bedali, Lawang, Selasa (12/2) malam terbakar, setelah tabung LPG yang ada di tempat tersebut meledak. Namun, peristiwa itu baru dilaporkan ke polisi, Jumat (15/2) sore lalu. Wibowo, pemilik distributor tidak melaporkan diduga karena takut. Sementara itu, Kapolsek Lawang, Kompol Eko Suminto, ketika dikonfirmasi mengatakan kalau kasus LPG meledak hingga mengakibatkan lima karyawan terbakar itu, kini sedang ditanganinya. Selain mencari bukti-bukti sumber ledakan, petugas kemarin siang juga mendatangkan tim identifikasi Polres Malang untuk melakukan olah TKP.
Sebab dari hasil penyelidikan sementara, diketahui kalau ledakan itu karena ada penyuntikan LPG di distributor LPG milik Wibowo tersebut. Yaitu dengan memindahkan LPG dari tabung 3 kilogram ke tabung 12 kilogram. “Ini yang masih kami dalami dan selidiki. Kami sendiri juga masih mencari bukti-bukti, sekaligus masih menunggu keterangan ketiga korban yang masih dirawat. Untuk pemiliknya sendiri, sudah kami mintai keterangan. Dan status dia masih kami jadikan saksi dengan terus melakukan wajib lapor setiap pagi,” tegas Eko. (agp/mar)