Water Heater Bakar Gudang SMA Islam

TERBAKAR : Bangunan gudang di SMA Islam yang ludes terbakar.

MALANG– Bangunan gudang SMA Islam di Jalan Kartini Malang, pagi kemarin ludes terbakar. Kebakaran diduga akibat pemanas air (water heater) yang lupa dimatikan setelah dipakai. Beruntung api segera dipadamkan sehingga tidak sampai merambat ke bangunan lain. Namun demikian, kerugian akibat kejadian itu, diperkirakan sampai puluhan juta. “Dugaannya dari water heater yang sebelumnya dipakai oleh Gatot Subroto, penjaga malam sekolah yang lupa mematikannya,” ungkap salah satu petugas kepada Malang Post. Diperoleh keterangan, kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 03.30. Kejadian itu, kali pertama diketahui oleh Hari Suharto, 55 tahun, warga Jalan Jaksa Agung Suprapto Malang, yang bekerja sebagai penjaga malam di Jalan Diponegoro Malang.
Hari saat itu curiga melihat kepulan asap keluar dari bangunan gedung sebelah utara sekolah ini. Khawatir terjadi sesuatu, Hari lantas mendekat. Setelah dipastikan bahwa bangunan gudang SMA Islam terbakar, Hari lalu memberitahukan kepada Gatot Subroto dan Teguh, yang bertugas jaga malam di SMA Islam. Lantaran panik dan takut api makin membesar dan merambat ke bangunan lain, Gatot lantas melaporkan kejadian itu ke petugas PMK Kota Malang dan Polsekta Klojen. Tak lama mendapat laporan petugas lantas datang ke lokasi, untuk memadamkan api. Setelah bersusah payah, akhirnya api berhasil dipadamkan sekitar 30 menit.
Dari penyelidikan petugas, diduga kalau kebakaran karena akibat water heater yang lupa dimatikan setelah digunakan. Sementara itu, pihak sekolah saat dikonfirmasi enggan memberikan komentar. “Saya tidak berani karena takut salah. Kalau konfirmasi ke Kepala Sekolah atau Humas saja, namun yang bersangkutan tidak ada di tempat. Yang jelas ruang yang terbakar itu hanya gudang arsip yang biasa dijadikan juga ruang ganti karyawan serta guru,” jelas Ramelan DJ, salah satu guru kepada Malang Post. (agp/mar)