Pasutri Tewas Tabrak Pohon

SYOK : Keluarga Suliono syok melihat jenazah kedua korban di kamar mayat RSSA Malang.

BANTUR– Sepasang suami istri (pasutri), Suliono, 32 tahun dan Sri Utami, 31 tahun, kemarin pagi bernasib tragis. Warga Dusun Krajan RT30 RW05, Desa Bandungrejo, Bantur ini, tewas setelah motor yang dikendarainya menabrak pohon Johar di pinggir Jalan Raya Desa Sumberejo, Pagak. Keduanya meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka serius di kepala. Menurut penuturan Wakid, kakak ipar Sri Utami, peristiwa yang menimpa keluarganya ini terjadi sekitar pukul 06.00.  Kedua korban hendak berangkat kerja. Suliono kembali ke Surabaya untuk bekerja sebagai penjual bakso, sedangkan Sri Utami menjaga warnet milik Mansuri, adik kandungnya di Desa Sengguruh, Kepanjen.
“Mereka ini berangkat dari rumah sekitar pukul 05.30, dengan berboncengan sepeda motor Honda Kharisma,” ungkap Wakid ditemui di kamar jenazah RSSA Malang. Suliono yang membonceng istrinya ini melajukan motornya dengan kecepatan tinggi dari arah selatan. Saat di lokasi kejadian, tiba-tiba motor yang dikendarai itu oleng ke kanan dan langsung menabrak pohon Johar. Saking kerasnya benturan, membuat tubuh keduanya terpental dan langsung tewas di TKP. Saat terkapar itu, kedua korban ini masih belum ada orang yang menolong. Kejadian itu, baru diketahui setelah 15 menit kemudian, seorang warga Donomulyo yang memiliki bedak di Pasar Sengguruh melintas dan melihat.
Karena kenal dengan Sri Utami yang biasa menjaga warnet, saksi mata ini lantas memberitahukan kepada Mansuri. Sementara itu, Mansuri sendiri mengatakan, kalau sejak 1,5 tahun lalu, Sri Utami, memang ikut kerja dengannya menjaga warnet. Selama bekerja, Sri Utami tinggal di rumah Mansuri. Korban pulang seminggu sampai dua minggu sekali ketika Suliono, juga libur kerja. kebetulan, Sabtu (16/2) lalu Suliono ini pulang dari jualan bakso di Surabaya. Selain itu, Ega Pratama, 7 tahun, anak semata wayang kedua korban juga diantarkan ke rumah Mansuri karena liburan sekolah. Setelah menginap semalam, karena Senin paginya Ega harus sekolah di SD Bandungrejo 3 Bantur, Minggu malamnya Suliono dan istrinya mengantarkan Ega pulang ke rumah neneknya di Dusun Krajan, RT30 RW05, Desa Bandungrejo, Bantur. (agp/mar)