Dua Orang Tertangkap Bawa Sajam

APES : Sugiarto dan MM digiring menuju sel.

KEPANJEN- Jajaran Reskrim Polres Malang, mengamankan dua orang yang mencurigakan, saat dilakukan operasi serentak cipta kondisi, pada hari Minggu (17/2) malam. Saat dilakukan penggeledahan, keduanya kedapatan membawa senjata tajam (sajam) dan langsung digelandang ke Mapolres Malang, untuk dijebloskan ke trail besi. Pelaku pertama yakni Sugiarto alias Dagles, 20 tahun, warga Jalan Cepiring RT13 RW04, Desa Sukoanyar, Wajak. Dia ditangkap, saat petugas melakukan razia di Jalan Cepiring. Saat digeledah, petugas mendapati sebuah sajam berjenis golok besar, yang diduga akan dipakai untuk tindak pidana maupun kejahatan.
Menurut pengakuan Sugiarto dihadapan penyidik yang memeriksanya, golok itu digunakan hanya untuk berjaga diri. “Saya tak ada niatan jahat dengan membawa golok itu. Ceritanya, saat itu saya sedang menjaga kebun milik juragan, jadi saya membawa sajam untuk berjaga-jaga,” kilahnya.
Di tempat berbeda, petugas razia Polres Malang juga mengamankan seorang pelajar SMP yang kedapatan bawa sajam. Yakni MM, 16 tahun, warga Desa Sudimoro RT26 RW06 Bululawang. Dia juga ditangkap petugas saat dilakukan razia di Pasar Bululawang. Saat digeledah, MM kedapatan membawa celurit. Dihadapan penyidik yang memeriksanya, MM juga mengaku membawa sajam hanya untuk berjaga-jaga. “Saat itu, saya habis pulang nonton jaranan di Desa Krebet Senggrong, Bululawang. Kalau pulang ke desa saya larut malam, jalanan itu sepi. Mangkanya saya bawa celurit untuk berjaga-jaga,“ tandasnya. Sementara itu, kedua pelaku pembawa sajam itu diperiksa secara intensif untuk pengembangan dan menggali informasi apakah ada terkait pelanggaran pidana lainnya. “Kedua tersangka dijerat Undang-Undang Darurat Nomor 12  Tahun 1951 yakni tentang kedapatan membawa senjata tajam tanpa dilengkapi dengan surat izin,“ kata Kasubag Humas Polres Malang, Ipda Sholeh Mas’udi. (big/mar)