Siswa SMPK Mardi Wiyata Hilang

Salas Fitra Kurniawan

MALANG– Sri Wahyuni, 34 tahun, warga Jalan Lesanpuro Gg I Malang, siang kemarin mendatangi ruang Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polres Malang Kota. Ibu tiga anak ini mengadukan anaknya Salas Fitra Kurniawan, 12 tahun, yang sejak dua hari terakhir tidak pulang. Yuni yang kemarin ditemani Mukroni, suaminya melapor mengaku khawatir anaknya yang merupakan siswa kelas 7 SMPK Mardi Wiyata ini menjadi korban kejahatan. “Tidak biasanya dia pergi tanpa pamit. Jelas saya khawatir, takut ada apa-apa dengan dia,” ucapnya. Diterangkan dia, kali terakhir melihat Salas, Senin (18/2) pagi lalu. Saat itu anaknya pamit untuk pergi ke sekolah. Saat pamit, Yuni juga tidak melihat tanda-tanda tidak baik dari buah hatinya tersebut. “Saat pergi menggunakan pakaian seragam,” kata dia.
Yuni baru merasa was-was sekitar pukul 16.00. Itu karena anaknya yang biasa pulang tepat waktu belum juga menampakkan batang hidungnya. Terlebih hingga pukul 18.00, Salas tidak kunjung pulang, Yuni pun kian kawatir. Beberapa teman Salas pun dihubungi oleh Yuni. Tapi begitu, tidak satupun dari mereka yang mengetahui keberadaan anak kesayangannya itu. “Setelah ke sekolah biasanya dia juga les, dan ikut SSB di Gajayana. Biasanya anak saya pulang antara pukul 15.30 atau 16.00,” ujarnya dengan mata sembab.  Bahkan hingga pagi kemarin anaknya tidak kunjung pulang, Yuni pun berinisiatif untuk datang ke SMPK Mardi Wiyata. Wanita ini pun kaget, lantaran guru yang mengajar Salas mengatakan sejak Senin anaknya itu tidak masuk sekolah.  
Pencarian pun terus dilakukan, termasuk beberapa warnet tempat anaknya itu nongkrong, tapi begitu dia tidak menemukan Salas. Hingga akhirnya Yuni pun melaporkan kepergian anaknya tersebut ke Polres Malang Kota. “Satu minggu yang lalu saya sempat marah karena Salas membolos sekolah.  Tapi setelah itu hubungan kami baik, saya tidak pernah lagi marah. Hingga kemarin anak saya pergi,” ucap Yuni dengan menitikkan air mata. Dia berharap, anaknya tersebut cepat ditemukan. Bahkan, jika ada orang yang melihat, dia memohon agar orang tersebut menghubungi kantor polisi terdekat. (vik/mar)