Hardi dan Lisa Dinyatakan Bukan Pemegang Saham PT. HMH

SAKSI : Najib Wakid, Kepala Divisi Keuangan PT. HMH menjadi saksi sidang pencurian.

Sidang Perdata
MALANG– Dr FM Valentina SH, M Hum, Direktur PT. Hardlent Medika Husada (HMH) memenangkan gugatan perdata yang diajukan ke Pengadilan Negeri (PN) Malang. Kemarin sore, Hari Widodo SH MH yang menjadi ketua majelis hakim dalam sidang perdata Nomor : 71 / Pdt.G / 2012 / PN Mlg dengan agenda putusan ini, mengabulkan sebagian gugatan yang diajukan. Ada lima poin putusan yang dibacakan oleh ketua majelis hakim. Pertama menyatakan bahwa tergugat I Lisa Megawati dan tergugat II Dr Hardi Soetanto (mantan suami Valentina) ini terbukti telah melawan hukum. Kedua menyatakan bahwa Dr Hardi dan Lisa bukan sebagai pemegang saham di PT. Hardlent Medika Husada (HMH).
Ketiga menyatakan bahwa rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT. Hardlent Medika Husada (HMH) pada 13 Maret 2012, dinyatakan tidak sah dan tidak mempunyai kekuatan hukum tetap. Keempat, menyatakan bahwa akta pernyataan nomor 17 tertanggal 17 Maret 2012 dihadapan notaries Eko Cahyono, SH itu tidak sah. Dan terakhir adalah meminta Dr Hardi untuk membayar biaya ganti kepada Valentina sebesar Rp 187 juta.
“Dari lima poin yang diputuskan oleh ketua majelis hakim itu, yang paling utama adalah menyatakan bahwa Dr Hardi dan Lisa bukanlah pemegang saham di perusahaan itu. Dan itu sudah cukup bagi kami,” ungkap Sutrisno, SH, Mhum, kuasa hukum Valentina usai sidang. Terpisah Johnny Hehakaya, SH, kuasa hukum Dr Hardi Soetanto pada sidang gugatan perdata itu, mengatakan kalau dirinya tidak bisa memberikan tanggapan karena menganggap bahwa pembacaan putusan oleh majelis hakim tidak jelas. “Tadi kan lihat sendiri, bahwa suaranya kecil dan sama sekali tidak jelas,” ujar Johnny. Namun dia menyatakan dengan putusan tersebut pihaknya akan melakukan upaya hukum. Yaitu dengan melakukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya. “Sebenarnya, saya sejak pagi sudah memprediksi kalau kalah. Apa alasannya tidak perlu saya jelaskan,” tegasnya. Sementara itu, sebelum sidang putusan gugatan perdata ini dimulai, majelis hakim terlebih dahulu menggelar sidang pencurian dan penggelapan 14 sertifikat senilai Rp 4 miliar milik Direktur PT. Hardlent Medika Husada (HMH), Dr FM Valentina SH, M Hum dengan terdakwa Dr Hardi Soetanto. Dalam sidang lanjutan itu, menghadirkan saksi Najib Wakid, selaku Kepala Divisi Keuangan PT. HMH. (agp/mar)