PT. BPF Mulai Gugat Nasabah

GUGATAN : Humas PN Kabupaten Malang, Gutiharso menunjukan berkas gugatan yang dilayangkan PT. BPF

Gunadi : Kita Lakukan Rekonpensi
KEPANJEN- PT. Bestprofit Futures (BPF) akhirnya melakukan perlawan hukum, terkait kasus dugaan penggelapan dan penipuan terhadap uang para nasabahnya. Yakni dengan menggugat secara perdata Dwi Rubingi, seorang nasabahnya ke Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Malang di Kepanjen. Humas PN Kabupaten Malang, Gutiharso SH, MH menjelaskan, perusahaan yang berlokasi di Jalan Letjen Sutoyo  Malang ini memasukkan daftar gugatan, Senin (18/2) lalu dengan nomor perkara : 15/Pdt.G/2013/PN Kepanjen, yang diajukan oleh pengacaranya, Dwi Wimbo SH. ”Alasannya yang bersangkutan melakukan tindakan melawan hukum,” terangnya.  
Seperti yang tertulis di berkas gugatan, Dwi yang tinggal di Perum Sengkaling Indah, Desa Mulyo Agung, Dau itu dianggap telah melakukan intimidasi dan fitnah kepada perusahaan perdagangan berjangka komoditi ini. Mantan hakim di PN Jombang tahun 2006 hingga 2010 itu mengungkapkan, tuntutan BPF dalam perkara ini juga meminta ganti rugi sebesar Rp 5,85 miliar kepada Dwi.
Dia mengatakan, sidang perdana gugatan ini digelar besok yang akan dipimpin langsung Ketua PN Kepanjen, H. Bambang Sasmito SH MH, dibantu dua hakim anggota, Asgari Mandala Dewa SH dan Gutiharso SH sendiri. Di sisi lain, BPF juga dihadapkan pada putusan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Malang yang memenangkan gugatan para nasabah. Isi putusan, meminta BPF untuk mengembalikan dana nasabah yang sudah disetorkan.  Sekaligus juga mengganti kerugian in materiil kepada enam nasabah yang mengajukan gugatan ke BPSK yaitu  Budi Santoso, Rachmadi Triputra Wibisono, Meiliana, Dwi Rubingi, Ayu dan Tjoe Kang Long. Sayangnya, pengacara PT. BPF, Dwi Wimbo SH tidak bisa dihubungi. Dia memilih mereject ponselnya ketika berusaha dihubungi.
Sementara itu, kuasa hukum para nasabah BPF yang dirugikan, Gunadi Handoko SH, MH, Mhum mengaku segera melakukan gugat balik (rekonpensi) kepada BPF. ”Justru dengan adanya gugatan dari BPF ini, kita nggak perlu repot-repot mengajukan gugatan tersendiri dan bayar perkara,” katanya. Jadi dalam satu perkara, lanjut Gunadi, akan ada dua gugatan yang akan diputus secara bersama-sama oleh majelis hukum. ”Saya sendiri, sekarang ada di Jakarta juga dalam rangka melaporkan BPF ke instansi terkait,” tegas dia semalam. Disinggung tentang gugatan nasabah terhadap BPF yang dimenangkan oleh BPSK Kota Malang, pengacara ini juga akan segera mengajukan eksekusi melalui pengadilan negeri. (big/mar)