Rebutan Tanah Bunut Wetan Nyaris Bentrok

SYOK : Salah satu ahli waris tanah terlihat syok ditenangkan kerabatnya dan  petugas Polsek Pakis berjaga di lokasi bentrok.

PAKIS- Sengketa tanah seluas 10.000 m2 di Desa Bunut Wetan, Pakis kemarin pagi nyaris bentrok. Belasan ahli waris atas lahan tersebut, mencoba menghadang puluhan orang suruhan DK, oknum TNI AU berpangkat Kopka yang mengklaim sebagai pembeli tanah itu. Penghadangan dilakukan karena DK serta orang-orangnya hendak menebang dan mengambil pohon Sengon. Padahal status tanah itu sendiri, saat ini sedang dalam tahap proses sidang perdata di Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya. Meski sempat memanas dan saling dorong, namun situasi tegang itu akhirnya mencair. Itu setelah DK menarik semua orang-orangnya untuk mundur. Dengan mengendarai dua kendaraan truk, mereka langsung pergi meninggalkan lahan.
"Tanah ini masih proses (status quo) dan belum ada putusan inkrah, jadi tidak ada yang boleh menguasai lahan apalagi menebang dan mengambil tanaman yang tertanam di lahan ini," ungkap Mustain, salah satu anak ahli waris atas tanah itu. Menurut Mustain dan Supriono (perwakilan dari ahli waris), sengketa tanah yang berujung nyaris terjadi bentrok ini, berlangsung sejak 2007 lalu.
Sementara itu, Kapolsek Pakis AKP Gatot Setiawan bersama anggotanya  yang mendapat laporan akan terjadi bentrok, langsung mendatangi lokasi untuk menenangkan ahli waris. Dia juga memberikan penjelasan kepada ahli waris untuk tidak melawan dengan melakukan kekerasan. "Ini kan masih proses sidang perdata, biarkan sampai ada putusan dulu. Kalau mereka memotong dan mengambil kayu-kayu itu cukup di foto saja sebagai bukti. Nanti kalau sidang perdata sudah ada keputusan tetap dan dimenangkan ahli waris, maka selanjutnya bisa dilaporkan tindak pidana pencurian dengan bukti foto-foto itu," ujar Gatot memberi penjelasan. (agp/mar)