Oknum TNI Dilaporkan ke Lanud

PAKIS- Ahli waris keluarga H Yasin, pemilik tanah sengketa melaporkan tindakan oknum TNI AU terkait rencana penebangan pohon yang sempat terjadi insiden ketegangan, Selasa (19/2) lalu. Dibantu warga Desa Bunut Wetan, Pakis, keluarga ahli waris membeberkan sejumlah fakta terkait persoalan tanah sengketa yang didalamnya, terdapat oknum TNI AU. "Kami hanya mengadu dan melaporkan sikap dari oknum TNI AU yang berusaha melakukan penebangan pohon untuk kedua kalinya di tanah saya," ungkap Imam Syafi'i, ahli waris.  Menurut dia, keluarga ahli waris dibantu warga hanya melaporkan perbuatan oknum TNI AU yang memicu ketegangan. Mengingat, posisi tanah dengan pohon sengon di areal itu hendak ditebangi sebelum ada putusan inkrah dari pengadilan.
"Sesuai prosedur. Karena TNI AU punya POM sendiri, otomatis kita akan lapor ke sini dulu. Harapan kami, agar ada tindaklanjut dari POM AU terhadap anggotanya yang keliru," paparnya.
Masih dijelaskan Imam, kenapa dirinya mengadukan oknum TNI AU berinisial D ke POM AU yang lokasinya berada di areal Bandara Lama Abdurrachman Saleh Malang? Karena oknum tersebut sudah melakukan penebangan di lahan sengketa miliknya. "Penebangan pohon sengon terjadi pada 29 Januari lalu. Yang kedua, kemarin itu. Beruntung kita bisa cegah karena putusan tanah sengketa ini masih belum inkrah," terang Imam. (big/mar)