Pengacara Valentina ’Ancam’ Kejaksaan

Sutrisno

MALANG- Dr Hardi Soetanto benar-benar ’dihabisi’ oleh mantan istrinya, Dr FM Valentina SH, M Hum. Setelah Direktur PT. Hardlent Medika Husada (HMH) ini memenangkan gugatan perdata dalam perkara saham dan Rapat Umum Pemegang Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT. HMH, kemarin melalui pengacaranya, Sutrisno, SH meminta Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang untuk segera menyatakan P-21 (sempurna) berkas perkara keterangan palsu ke dalam Akta Pernyataan Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT. HMH No 17 tanggal 17 Maret 2012.  ”Dasarnya dari putusan pengadilan perkara perdata Nomor 71 / Pdt.G / 2012 / PN Mlg yang dikabulkan oleh majelis hakim,” tegasnya kemarin.
Diberitakan sebelumnya, Hari Widodo SH MH yang menjadi ketua majelis hakim dalam sidang perdata itu menyatakan lima poin.  Pertama menyatakan bila tergugat I, Lisa Megawati dan tergugat II, Hardi terbukti telah melawan hukum. Kedua menyatakan bahwa Hardi dan Lisa bukan sebagai pemegang saham di PT. HMH. Ketiga menyatakan RUPSLB PT. HMH 13 Maret 2012, tidak sah dan tidak mempunyai kekuatan hukum tetap. Keempat, menyatakan akta pernyataan nomor 17 tertanggal 17 Maret 2012 dihadapan notaris Eko Cahyono, SH itu tidak sah dan meminta Hardi untuk membayar biaya ganti kepada Valentina sebesar Rp 187 juta. ”Sekarang tidak ada alasan lagi dari pihak Kejari Kota Malang untuk tidak menyatakan berkasnya P-21,” terang dia.
Kalau ini tidak dilakukan, pengacara yang tergabung dalam Peradi itu mengaku mencium bau bila kasus pidana pemalsuan data autentik akan diarahkan ke ranah perdata. ”Sudah dua kali Polres Malang Kota menerima kembali berkas ini (P-19) dengan alasan harus menambahi beberapa keterangan lain. Dan itu sudah dipenuhi. Ada apa sebenarnya dengan Kejari Kota Malang menghambat proses penyidikan Hardi. Mau ada rekayasa apalagi?” katanya. Berkaitan dengan itu, Sutris memberikan waktu tujuh hari mulai kemarin, agar Kejari Kota Malang segera memproses berkas pemalsuan data autentik dalam RUPSLB PT. HMH dan menyatakan berkasnya sempurna. ”Bila dalam tujuh hari tidak ada hasil, kami akan mengadukannya ke Kejagung lagi,” pungkasnya. (mar)