Cukup 17 Adegan

REKA ULANG : Roni Fauzi menjalani rekontruksi.

Reka Ulang
MALANG– Penyidik Satreskrim Polres Malang Kota, kemarin merekontruksi kasus pembunuhan sadis yang terjadi di kamar 107 Hotel Bali Graha Dewata Agung, Jalan Panji Suroso Malang, pada 23 Januari lalu. Roni Fauzi, 23 tahun, tersangka pembunuhan ini, memperagakan satu demi satu adegan pembunuhan terhadap kekasihnya Ida Susanti, 22 tahun, warga Dusun Sukorejo RT53 RW09, Desa Tumpakrejo, Gedangan. Rekontruksi yang menghadirkan dua orang saksi tersebut, diadakan ditiga tempat. Pertama di ruang Rupatama Polres Malang Kota, dengan menyeting ruangan seperti hotel. Mulai dari ruang resepsionis, lobby serta kamar 107 tempat korban dihabisi. Lalu toko di Jalan Kawi Atas Malang tempat korban bekerja dan terakhir di sungai dimana tubuh korban dibuang setelah dibunuh.
Di ruang Rupatama itu, Roni, warga  Dusun Sukorejo, Desa Tumpakrejo, Gedangan yang kemarin didampingi pengacaranya, Kodratullah Anwar SH ini, memperagakan 17 adegan. Diawali dari tersangka yang membonceng korban tiba di hotel. Selanjutnya mereka masuk menuju ruang recepcionist.
Ida Susanti menunggu di ruang lobby, sedangkan Roni menemui Sonny Anang Issanto untuk membayar uang sewa. Sekitar satu jam di kamar hotel, Roni lantas mengajak korban jalan-jalan untuk mencari makan. Mereka mencari makan di warung Sari Laut di sekitar Jalan Sulfat Malang. Usai makan Roni kemudian mengajak jalan-jalan. Dia kemudian memberi korban minuman suplemen yang sudah dicampur racun tikus. Minuman tersebut disediakan oleh tersangka sejak dari Surabaya, karena ingin menghabisi nyawa korban. Lantaran tidak ada reaksi dan keluhan, meski sudah diminum akhirnya Roni mengajak korban kembali ke hotel. Baru saat korban sedang tertidur pulas itulah, Roni mendekap wajah korban dengan kain handuk, yang kemudian mencekiknya hingga tewas.
“Saat Roni ini keluar hotel pada tengah malam itu, saya sebetulnya sempat melihat dia membawa bungkusan putih. Namun saya tidak curiga kalau yang dibawanya itu mayat,” ungkap Sonny Anang Issanto, petugas resepsionis hotel yang menjadi saksi. Setelah di Rupatama, rekontruksi dilanjutkan di Jalan Kawi Atas Malang, toko tempat kerja korban. Di toko ini, Roni yang memperagakan saat dirinya menjemput korban. Kemudian rekontruksi dilanjutkan di lokasi korban memberi korban minuman beracun. Dan terakhir rekontruksi dilakukan di Sungai Kajar, lokasi dimana jenazah korban dibuang setelah dihabisi. “Rekonstruksi ini untuk melengkapi berkas pemeriksaan sebelum dilimpahkan ke Kejaksaan. Dan saya kira dari 17 adegan yang dilakukan di ruang Rupatama ini sudah mencukupi,” kata Kodratullah Anwar. (agp/mar)