Pelajar SMK Jadi Pengedar Psikotropika

DITAHAN : Dua tersangka narkoba ditahan di Mapolsek Kepanjen.

MALANG-  Dua remaja berusia belasan tertangkap tim Reskrim Polsek Kepanjen, kemarin sore. Satu dari remaja masih dibawah umur berusia 17 tahun atas nama DYP, warga Desa Palosan, Wonosari. Bersama DYP, turut ditangkap M Arifin, 19 tahun, warga Desa Kebobang, Wonosari. Dari hasil pemeriksaan petugas, DYP ternyata masih berstatus pelajar kelas 3 SMK swasta di Kepanjen, Malang. DYP tertangkap bersama Arifin saat bertransaksi psikotropika jenis pil LL dini hari kemarin. Kapolsek Kepanjen, Kompol Suyoto menjelaskan, dua tersangka disergap saat bertransaksi di halaman Stadion Kanjuruhan.
"Tersangka kita tangkap di Stadion Kanjuruhan. Sasaran kami memang para pelaku narkoba dan sejenisnya dalam razia bersandi Sakau 2013," tegasnya. Kata dia, pil LL disembunyikan tersangka dikantong saku celana. Ada 112 butir pil yang terbungkus kertas rokok. "Kami menduga dua tersangka dibawah umur ini masuk jaringan peredaran narkoba psikotropika diwilayah Kepanjen dan sekitarnya," paparnya. Sementara itu, menurut pengakuan Arifin, ia membeli pil LL ke DYP setelah disuruh RZ. "Saya lalu beli ke DYP seharga Rp 100.000 atas suruhan RZ," ucapnya.
DYP saat ditanya membeli barang psikotropika dari Gito, warga Gunung Kawi. Ia nekat membeli karena diminta Arifin dan RZ untuk mendapatkan pil tersebut. "Saya kulakan di Gito. 10 tiknya saya beli Rp 100.000," tutur dia. DYP menambahkan, sudah 4 kali dirinya bertransaksi obat-obatan terlarang. Saat ditangkap, RZ bersama dirinya dan Arifin naik mobil panther. "Kami janjian ketemu di kanjuruhan untuk menyerahkan pil dobel l ke RZ. Nggak tahunya sudah diincar polisi. RZ berhasil kabur," pungkasnya. (big/mar)