Waria Bawa Kabur Anak

GIRING : Polisi membawa Rudi ke sel.

TUREN- Dituduh melarikan anak dibawah umur tanpa sepengetahuan orang tuanya, membuat Rudi Hartono alias Dian, 20 tahun, warga Desa Talok, Turen, ditangkap oleh Satreskrim Polres Malang. Akibatnya, Dian yang diketahui sebagai waria ini, sejak hari Jumat (22/2) kemarin, harus mendekam di balik jeruji penjara. Dian dituduh mearikan anak laki-laki bernisial A, 16 tahun, warga Desa Wonokerto, Bantur selama sembilan hari. “Setelah kami menerima laporan dari kedua orang tua korban, petugas langsung mengamankan tersangka beserta korbannya berinisial A di rumahnya,” ungkap Kasubag Humas Polres Malang, Ipda Soleh Mas’udi.
Informasi yang dihimpun, awal perkenalan korban dengan tersangka, pada pertengahan bulan Januari lalu. Saat itu, tersangka yang mempunyai Salon Dian di Turen, dikunjungi oleh korban dengan maksud untu potong rambut. Keduanya pun berkenalan dan saling tukar nomor HP.
Setelah keduanya akrab, satu minggu setelah perkenalan A, kembali mengunjungi Salon Dian. “Saat itu dia (A) katanya habis bertengkar sama orang tuanya, jadi saya tenangkan. Kemudian A itu, minta ikut dan tinggal bersama saya,“ tutur Dian, dihadapan penyidik yang memeriksanya, kemarin. Dian yang mempunyai perasaan lemah lembut itupun, tak kuasa menolak permintaan itu. Sebelumnya, kedua orang tua A, telah mengetahui anaknya mempunyai hubungan dengan Dian. Untuk itu, kedua orang tua A tersebut, melarang anaknya untuk mengunjugi dan berhubungan lagi dengan Dian.
Hilangnya A, membuat kedua orang tuanya melaporkan kejadian tersebut ke Polres Malang. Selama membawa anak orang dibawah umur sembilan hari, Dian mengaku tak menyiksa maupun melakukan tindakan asusila kepada A. “Anaknya saya rawat baik-baik dan selalu saya kasi makan,” terangnya. Dia mengaku, sudah pernah bilang kepada A untuk kembali pulang ke rumah orang tuanya. Akan tetapi menurut pengakuannya, korban tak mau. “Katanya, dia cinta dan sayang sama saya. Dia juga tak mau berpisah dari saya,” kilahnya. Akibat  perbuatan yang tersangka lakukan, dia dijerat dengan pasal 330 KUHP tentang menarik seseorang yang belum cukup umur dari kekuasaan yang menurut undang-undang ditentukan atas dirinya, atau dari pengawasan orang yang berwenang. “Ancaman kurungannya, selama tujuh tahun penjara,” tandas Mas’udi. (big/mar)