Seperti Ledakan Bom

RUSAK : Kondisi kamar dan rumah yang hancur akibat LPG meledak.

LPG Meledak, Pasutri Terbakar
MALANG– Sungguh nahas nasib pasangan suami istri (pasutri) warga Jalan Raya Madyopuro, RT03 RW02 Malang ini. Keduanya yang baru menikah setahun lalu ini, Jumat (22/20 malam dilarikan ke rumah sakit. Mereka mengalami luka bakar cukup serius setelah tabung LPG ukuran 12 kilogram di rumahnya meledak. Hingga kemarin, Sopin Setyo Budi, 25 tahun dan Devi Sulistyowati, 21 tahun, istrinya masih menjalani perawatan intensif di RSSA Malang. Itu karena kondisi luka bakar di sekujur tubuh yang dialami keduanya cukup serius. “Sebelum dibawa dibawa ke RSSA Malang, sempat dibawa ke RS Panti Nirmala. Namun karena luka bakarnya cukup serius, akhirnya dirujuk ke RSSA Malang,” ujar salah satu keluarga korban yang enggan disebutkan namanya ini.
Informasi yang didapat, Sopin yang membuka usaha agen LPG dan air mineral galon di rumahnya ini, baru saja pulang setelah usai mengirim LPG ke beberapa toko. Mungkin karena capek, begitu tiba di rumah dia lantas masuk ke dalam kamar. Sembari rebahan di atas tidur untuk menghilangkan capek, Sopin dan istrinya menyempatkan nonton TV. Beberapa menit saat nonton TV itu, tiba-tiba langsung terjadi ledakan. Diduga ledakan itu akibat salah satu tabung LPG di rumahnya bocor. Saking kerasnya ledakan, membuat rumah korban berantakan. Genteng rumah korban beterbangan ke rumah tetangganya dan jalan raya. Bahkan, rumah di sebelah kanan-kiri milik Sri Prabowo dan Sumari, ikut terkena imbasnya. Kedua rumah milik tetangga itu atapnya juga ikut rusak.
Selain itu, ledakan LPG tersebut juga mengakibatkan kamar korban terbakar. Kedua korban yang ada di kamar itupun ikut terbakar. “Kalau saya tetangga dekat, ledakannya tidak begitu terdengar. Hanya terdengar suara genteng berjatuhan. Namun kalau tetangga jauh, mendengar seperti ledakan bom,” ungkap Sri Prabowo, tetangga sebelah kiri rumah korban. Warga sekitar yang mendengar itu langsung berdatangan. Mereka yang mendengar jeritan minta tolong kedua korban, langsung menerobos masuk untuk menolong korban. Karena melihat kondisi luka bakar korban cukup serius, warga lalu membawanya ke RS Panti Nirmala. Sedangkan sebagian warga lainnya melaporkan ke petugas Polsekta Kedungkandang.
“Mereka baru sekitar dua minggu ini tinggal di sini. Dan usaha membuka agen LPG itu, memang sudah lama meneruskan usaha orangtuanya. Dulu sebelum membuka agen LPG adalah agen minyak tanah,” jelas Sri Prabowo. Sementara itu, pantauan Malang Post sendiri, lokasi kejadian tersebut langsung diberi police line oleh petugas Polsekta Kedungkandang. Kasus ledakan itu, kini masih dalam penyelidikan polisi. Sedangkan warga lainnya bergotong royong membetulkan rumah Sri Prabowo dan Sumari yang ikut rusak bagian atapnya. “Sumber ledakan itu dari LPG, namun dari mana pemicu ledakan itu kami masih menyelidikinya,” ujar Kapolsekta Kedungkandang, Kompol Sutiono. (agp/mar)