Sehari Dua Mayat Bayi Mengapung di Brantas

KEPANJEN – Dua bayi ditemukan dalam kondisi tewas terbawa aliran sungai Brantas, Sabtu (23/2) lalu. Diduga bayi-bayi tersebut adalah hasil hubungan yang tidak diinginkan. Buktinya, saat ditemukan tali pusar bayi belum dipotong.
Bayi pertama ditemukan di aliran Sungai Brantas yang melewati Kecamatan Pakisaji.
Informasi yang berhasil dihimpun Malang Post, bayi malang itu ditemukan di Dusun Segenggeng, Desa Wonokerso, pada Sabtu (23/2) pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Seorang warga sekitar yang bernama Didik mengisahkan saat itu ia berniat mencari barang bekas maupun rongsokan di pinggiran sungai Brantas.
Saat sedang mengumpulkan rongsokan, tiba-tiba ia menemukan bungkusan bayi di pinggiran sungai dalam kondisi sudah tak bernyawa. Kemudian olehnya, bayi tersebut dibawa ke Puskemas sekitar, kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Pakisaji. Petugas kepolisian lalu menuju ke Puskesmas, untuk dilakukan pemeriksaan.
“Selain kondisi sudah tak bernyawa, bayi itu saat ditemukan pusarnya masih belum dipotong. Diduga, begitu dilahirkan langsung dibuang oleh orang tuanya,” ungkap Kapolsek Pakisaji, AKP Ni Nyoman  AKP Ni Nyoman Sri Erfiandar SH, kepada wartawan.
Untuk selanjutnya, mayat bayi itu dibawa ke Kamar Mayat, Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA) Kota Malang, untuk diperiksa.
Penemuan bayi tewas kedua di Desa Tegalsari, Kecamatan Kepanjen. Diperoleh informasi, Sabtu (23/2) sekitar pukul 13.00 bayi malang itu pertama kali ditemukan Bonawi, warga sekitar yang berniat hendak memancing ikan.
Saat itu, Bonawi dari kejauhan curiga ada sosok bungkusan benda yang tampak mencurigakan. Setelah didekati, ternyata itu adalah mayat bayi yang mengapung di pinggiran Sungai Brantas. Mengetahui hal itu, dia memanggil Ahmad, perangkat desa Tegalsari untuk membantunya mengevakuasi bayi tersebut.
Setelah mengevakuasi bayi, kemudian Ahmad dibantu perangkat desa lainnya melaporkan kejadian itu ke Polsek Kepanjen. Oleh petugas, bayi itu langsung dibawa ke RSSA untuk dimintakan visum.
Sama halnya seperti bayi pertama ditemukan di Pakisaji, bayi di Kepanjen saat ditemukan tali pusarnya belum dipotong dan masih melekat diperut. “Diperkirakan, bayi itu langsung dibuang oleh orang tuanya begitu dilahirkan. Karena kondisi bayi itu masih memerah agak membiru dan tali pusarnya juga belum terpotong,” kata Kapolsek Kepanjen, Kompol Suyoto.(big/eno)