Mau Njambret ? Pikirkan Anjing K-9

MALANG – Awas, pelaku jambret bisa beraksi kapanpun dan dimana saja. Kemarin pagi, dua wanita yang sedang jalan-jalan santai di Jalan Raya Ijen menjadi sasaran jambret. Tas milik korban dirampas pelaku yang berjumlah dua orang dengan berboncengan motor.
Untung korban saat itu segera melaporkan kejadian tersebut ke petugas Polres Malang Kota. Hasilnya, tak lama setelah kejadian itu polisi berhasil menangkap kedua pelaku yang bersembunyi di tengah keramaian. Penangkapan sendiri, berkat kesigapan anjing K-9 yang berhasil mengendus jejak pelaku.
Selanjutnya bersama dengan barang bukti tas milik korban serta sepeda motor yang dijadikan sarana beraksi, kedua pelaku langsung digelandang ke Mapolres Malang Kota. “Langsung saja bawa ke mako,” perintah Kasat Sabhara Polres Malang Kota, AKP Misnan yang memimpin penangkapan itu kepada anggotanya.
Aksi jambret sendiri kemarin terjadi sekitar pukul 08.30. Kejadian itu bermula saat korban dan teman wanitanya jalan kaki. Ketika melintas di depan Museum Brawijaya, korban dipepet oleh dua pelaku berboncengan motor. Salah satu pelaku yang dibonceng langsung merampas tas yang dibawa korban.
Kendati sempat tarik menarik, namun pelaku berhasil membawa kabur tas ke arah selatan. Korban sendiri yang tidak terima dengan kejadian itu, melapor ke petugas Polres Malang Kota dengan membawa topi hitam milik pelaku yang tertinggal di lokasi.
Mendapat laporan, Polres Malang Kota langsung menerjunkan tiga tim dengan dipimpin Kasat Sabhara Polres Malang Kota. Terdiri dari tim mobil Sabhara, satu tim petugas bermotor trail dengan beranggotakan enam personil dan dipersenjatai lengkap, serta satu tim lagi dari Unit K-9.
Tiga tim ini, langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Selanjutnya memanfaatkan topi milik pelaku yang tertinggal di lokasi, petugas langsung melacak keberadaan pelaku dengan menggunakan anjing K-9.
Anjing warna putih bernama Angelo ini, langsung mengendus jejak pelaku. Tak jauh dari lokasi akhirnya petugas berhasil menemukan pelaku. Namun ketika disergap, pelaku yang merasa ketahuan langsung kabur.
Tak ingin buruannya kabur, petugas K-9 langsung melepaskan dua ekor anjing warna cokelat. Anjing bernama Revo dan Rere itu yang dilatih khusus untuk mengejar sekaligus melumpuhkan penjahat, langsung mengejar dan berhasil menangkap kedua pelaku yang berniat kabur dengan merampas mobil milik petugas.
Kejadian yang disaksikan ratusan orang itu, kemarin hanya sebuah simulasi yang diadakan Sabhara Polres Malang Kota dengan Komunitas K-9 Malang Raya. Dengan demo itu, menunjukkan kemampuan bahwa dengan adanya Unit K-9 itu, polisi siap mengantisipasi terjadinya tindak kejahatan seperti jambret.
AKP Misnan mengatakan, kegiatan simulasi itu adalah untuk menindaklanjuti arahan dari Dir Sabhara Polda Jatim dimana setiap masing-masing Polres harus memiliki tim khusus K-9. Berdasarkan arahan itulah, akhirnya Sabhara Polres Malang Kota menggandeng Komunitas K-9 Malang Raya untuk masuk dalam bagian.
“Nanti ada enam personil dari Sabhara yang akan kami latih sebagai pawing sekaligus pelatih dari anjing K-9. Dimana untuk anjing K-9 itu sendiri, akan kami latih keahlian sebagai cakum (pelacakan umum), cegah tangkal, sergap, anjing pengendus khusus narkotika, pengendus khusus bahan peledak, so (anjing khusus ketrampilan) serta anjing jaga,” terang Misnan.
Mantan Kasat Sabhara Polres Pasuruan ini mengatakan, jika nantinya Unit K-9 Sabhara Polres Malang Kota ini sudah terbentuk, para Komunitas K-9 tersebut akan difungsikan sekaligus dilibatkan untuk pengamanan di Kota Malang. Mereka nantinya akan diminta untuk berjaga dibeberapa titik kerawanan.(agp/eno)