Anggota Komplotan Copet Bus Dimassa

KELER : Budiono (kanan) usai dikeler ke beberapa tempat.

MALANG- Seorang copet, akhir pekan kemarin babak belur dihakimi warga pertigaan Jalan Kacuk Barat, Kebonsari, Sukun. Yakni Budiono, 32 tahun, warga Dusun Jetis RT03 RW01, Desa Butun, Kecamatan Gandusari, Blitar. Dia kepergok mencopet dompet milik Ngatinem, 50 tahun, warga Dusun Sukodono RT01 RW01, Desa/Kecamatan Tirtoyudo. Setelah kondisinya babak belur, bersama barang bukti uang sebesar Rp 311.000 dan selembar uang Ringgit, tersangka yang tinggal di rumah istri keduanya di Desa Ardirejo, Kepanjen ini langsung digelandang ke Mapolsekta Sukun. Kini petugas masih mengembangkan kasusnya karena masih ada pelaku lain yang hingga kemarin masih buron.
"Sebetulnya pelakunya ada tujuh orang, namun enam pelaku lainnya masih kabur. Kini kami masih memburu pelaku lainnya. Mereka ini adalah komplotan copet dalam bus," ungkap Kapolsekta Sukun, Kompol Lukman Cahyono. Diperoleh keterangan, aksi copet yang dilakukan Budiono bersama enam temannya yang masih kabur ini, terjadi sekitar pukul 13.00. Siang itu, korban yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga ini, hendak berangkat kerja ke Surabaya. Namun sebelum ke Surabaya, dia terlebih dahulu mampir ke rumah saudaranya di Kepanjen.
Korban naik bus Restu tujuan Blitar dari perempatan Gadang.
Ketika berada di atas bus inilah, Budiono Cs langsung beraksi dengan membagi tugas. Ada yang bertugas memepet korban, menghalangi korban, eksekutor dan menerima hasil copetan. "Kebetulan saat itu tersangka Budiono mengaku bagian menghalang-halangi korban," ujar Lukman. Disaat korban lengah inilah, pelaku lalu mengambil dompet milik korban yang ada di dalam tas. Setelah sukses, pelaku lalu turun di pertigaan Jalan Kacuk Barat, yang kemudian membagi hasil. Tak lama setelah pelaku turun, korban yang sadar dompetnya hilang, langsung ikut turun lalu meneriaki maling. Dari tujuh pelaku, hanya Budiono yang berhasil ditangkap. Sedangkan enam pelaku lainnya berhasil kabur. (agp/mar)