Siap Bantu Hadirkan Saksi Ahli

LAPOR : Para nasabah BPF berkumpul di salah satu ruang penyidik Satreskrim Polres Malang Kota.

SEBELUM bertemu dengan Wali Kota Malang, untuk kesekian kalinya nasabah PT. Bestprofit Futures (BPF) ini mendatangi Mapolres Malang Kota. Mereka berkeinginan untuk bertemu dengan Kapolres Malang Kota, AKBP Teddy Minahasa Putra. Namun gagal bertemu dengan orang nomor satu di kepolisian kota Malang itu, puluhan nasabah yang menjadi korban tersebut mendatangi ruang satuan reskrim. Mereka bermaksud menanyakan perkembangan penyelidikan kasus BPF yang sudah dilaporkan ke Kasatreskrim, AKP James Hutajulu. “Nasabah yang melapor ke sini ada dua kelompok. Kelompok pertama enam korban dan kelompok kedua delapan korban. Kedatangan kami untuk menanyakan kejelasan terkait perkembangan penyelidikan laporan itu. Pasalnya, sampai setahun lebih, pengaduan beberapa nasabah itu masih ngendon,” urai kuasa hukum nasabah BPF, Gunadi Handoko SH, MM, M.hum.
Jika memang penyidik membutuhkan bantuan untuk mempercepat penyelidikan, dia mengaku siap membantu. Penyidik, dijelaskannya, menyatakan akan meminta keterangan dari ahli pidana dari Fakultas Hukum Universitas Brawijaya dan menyiapkan pemanggilan saksi ahli dari Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI). “Dan juga direkomendasikan untuk menyiapkan saksi ahli dari hukum dagang serta saksi ahli IT,” tambah Gunadi. Di sisi lain, secara hukum, dia juga mendesak Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Malang untuk mengajukan eksekusi yang sudah dimenangkan oleh kelompok pertama (enam nasabah).
Terpisah, James membenarkan bahwa dalam minggu ini pihaknya akan memintai keterangan terhadap dua saksi ahli. Yaitu saksi ahli dari BAPPEBTI dan saksi ahli Hukum Dagang dari Universitas Brawijaya. “Surat pemanggilan untuk dimintai keterangan sudah diajukan. Tinggal menunggu pemeriksaannya saja dalam minggu ini,” katanya. Materi keterangan yang akan diajukan sendiri, diakui hanya terkait seputar tentang masalah perdagangan komoditi. “Apakah ada pelanggaran yang dilakukan oleh BPF atau tidak. Khusus untuk laporan delapan nasabah yang baru, secepatnya kami tindak lanjuti,” tegasnya. (agp/mar)