Dua Tentara Linud Bekuk Jambret

TERSANGKA: Slamet Mulyono diamankan di ruang opsnal Satreskrim Polres Malang Kota.

MALANG- Acungan jempol patut diberikan kepada dua anggota Brigif Linud 18 Divif 2 Kostrad, siang kemarin. Yakni Serma Abdul Wahab dan Prada Yayang Putut Suroso. Keduanya membekuk Slamet Mulyono, 34 tahun, warga Jalan Hamid Rusdi Malang ketika menjambret uang Rp 38 juta milik Gunadi Nurhadi, 56 tahun, warga Perum Pondok Blimbing Indah Malang, di Jalan Kahuripan Malang. “Kami melakukan itu hanya karena kebetulan,” kata Putut disela menunggu pemeriksaan seniornya. Dia menjelaskan, bermula ketika dirinya bersama Abdul Wahab hendak kembali ke satuan berboncengan naik motor Honda Supra X.
Dalam perjalanan pulang atau persisnya di Jalan Kahuripan, banyak orang yang berteriak jambret dan menunjukkan tangannya ke arah pelaku yang saat itu membawa tas kertas berisi uang. Karena jarak dengan pelaku tidak jauh, kontan saja tersangka langsung dikejar dengan motor dan berhasil memegang baju bagian belakang.  “Saat itu tersangka mencoba melawan. Kontan saja langsung saya pukul. Tersangka yang jatuh, diketahui membawa pisau, Langsung saja kami ringkus,” terangnya.
Setelah berhasil mengamankan Slamet, mereka membawanya ke Mapolres Malang Kota. Hingga semalam, anggota Satreskrim Polres Malang Kota masih melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap Slamet. Dia diduga kuat menjadi aktor dalam beberapa aksi penjambretan di kota Malang. ”Modus yang dilakukannya hampir sama dengan kasus-kasus penjambretan yang merajalela,” ungkap sumber Malang Post. Dalam pemeriksaan kemarin, Slamet mengaku baru sekali ini saja melakukan penjambretan. Alasannya, dia kepepet uang karena memiliki utang yang banyak. ”Sebab itu, dia nekat masuk ke BCA Jalan Basuki Rakhmat untuk mencari sasaran. Kebetulan, dia melihat korban yang membawa uang banyak, langsung direbutnya,” tegas sumber ini. (sit/mar)