KA Penataran Vs Mobil, Satu Tewas

RINGSEK : Kondisi mobil Toyota Avanza yang ringsek jadi tontonan setelah ditabrak KA.
 
SUMBERPUCUNG- Perlintasan kereta api tanpa palang pintu kembali menelan korban. Kemarin pagi di Desa Jatiguwi, Sumberpucung, mobil Toyota Avanza, L 1787 CW ringsek setelah ditabrak KA Penataran tujuan Malang - Blitar. Mobil berwarna hitam itu, terpental dan terseret sampai sejauh sepuluh meter. Akibat kejadian itu, seorang penumpang mobil tewas. Sedangkan tiga lainnya mengalami luka-luka dan dirawat di RSUD Kanjuruhan Kepanjen serta RS Wava Husada Kepanjen. Korban tewas yakni Poniman Dewi, 68 tahun, warga Pondok Lalang, RT02 RW02, Desa Wonojati, Kecamatan Jenggowo, Jember. Perangkat desa yang juga Kepala Gudang UD Mangliagung Jember ini, meninggal dunia di TKP akibat luka serius di kepala. Dia adalah penumpang yang duduk di sebelah kiri sopir. Sedangkan korban luka, Lukman Nur Setiawan, 54 tahun, warga Jalan Mawar II Malang yang juga sopir mobil Avanza milik PT Mulia Arta Sekawan, Rungkut, Surabaya. Dia dirawat di RS Wava Husada Kepanjen. Kondisinya kritis dan tak sadarkan diri. Untuk menolong nyawanya, Lukman harus menjalani operasi. Sementara dua korban luka lainnya yang merupakan karyawati UD Mangliagung, Jember, yakni Aning Safitri, 20 tahun, warga Jalan Basuki Rahmad, Desa/Kecamatan Kaliwates Jember dan Erma Indra Winahyu, 34 tahun, warga Jalan Basuki Rahmad, Desa Kebonsari, Kecamatan Sumbersari, Jember.
Kasatlantas Polres Malang, AKP Dwi Sumrahadi Rakhmanto, yang kemarin turun ke TKP, mengatakan mobil itu bermaksud menuju ke gudang tembakau CV. Cengkeh Makmur Abadi, Jalan Pahlawan, Jatiguwi, Sumberpucung. ”Jalan perlintasan itu adalah jalan satu-satunya menuju ke gudang tembakau. Ketika hendak melintasi rel, pengemudinya tidak melihat apa ada kereta yang hendak melintas atau tidak," ujar Dwi. Ketika separoh badan mobil melintas rel KA, dari arah timur ke barat melaju KA Penataran dengan Loko CC 20181 yang dikemudikan Hadi. Jarak cukup dekat, kereta langsung menabrak sebelah kiri mobil. Saking kerasnya benturan, membuat mobil terpental dan terseret sampai beberapa meter. (agp/mar)