Racun Sang Putra, Ibu Muda Kendat

SINGOSARI – Seorang ibu muda, Murtiningsih, harus mengakhiri hidupnya dengan tragis. Wanita 20 tahun itu, tewas dengan cara gantung diri. Celakanya, diduga sebelum dia bunuh diri, Murtiningsih justru ‘mengajak’ anaknya yang masih 5 tahun, Mohamad Awang Pratama.
Bocah yang tidak tahu apa-apa itu, tewas di dalam kamar. Mulutnya berbusa dan tercium bau racun serangga. Polisi menemukan satu botol Baygon di dalam kamar Awang.
Sontak, kejadian itu mengagetkan warga Jalan Soponyono RT04 RW02, Kelurahan Losari, Kecamatan Singosari. Apalagi peristiwa itu terjadi pagi hari, sekitar 07.30 WIB.
Polisi yang melakukan olah TKP, tidak menemukan tanda-tanda kekerasan. Namun untuk memastikan penyebab kematian ibu dan anak tersebut, dua jenazah itu dibawa ke RSSA.
‘’Hasil olah TKP, petugas tidak menemukan tanda-tanda penganiayaan. Dengan kata lain, apa yang terjadi di dalam rumah itu, adalah perbuatan yang dilakukan dengan sengaja. Kondisi itu, dibuktikan pula dengan temuan surat wasiat. Surat permintaan maaf kepada suaminya itu, ditulis Murtiningsih. Surat diletakkan di meja kamar anaknya,’’ kata Kapolsek Singosari, AKP Eko Prasetyo, kepada Malang Post.
Lantas, bagaimana dengan meninggalnya Pratama? Polisi menduga, sebelum gantung diri, Murtiningsih lebih dahulu meminumkan obat serangga itu kepada Pratama. Setelah itu, baru Murtiningsih gantung diri.
‘’Suami korban yang sempat diperiksa, mengaku selama ini tidak pernah membeli atau memakai racun serangga. Hanya saja, dari olah TKP, petugas l mengamankan bekas racun serangga. Sementara untuk masalah di internal keluarga itu, selama ini juga tidak ada,’’ tambahnya.
Suami korban, Jumali yang juga seorang Satpam, yang menemukan kondisi Murtiningsih dan Pratama telah meninggal dunia. Jumali yang baru pulang dari tempat kerjanya, mendapati rumah dalam kondisi terkunci dari dalam.
Meski sudah memanggil-manggil nama istrinya, tidak ada reaksi dari dalam rumah. Setelah lama ditunggu, Jumali membuka paksa pintu rumah. Ketika itulah, bapak satu anak itu dibuat terkejut, saat mengetahui istrinya sudah dalam posisi gantung diri di sisi pintu rumah.
Jumali sontak kaget dan mencari keberadaan putranya. Ternyata di dalam kamar, dia melihat Pratama sudah terbujur kaku dengan posisi tidur menghadap ke langit-langit. Dari mulut Pratama, juga mengeluarkan busa.
‘’Saya sekarang sedang berduka. Jadi minta maaf tidak bisa memberikan keterangan. Saya harap, anda juga menghargai saya,’’ ujar Jumali, ketika dikonfirmasi. (sit/avi)