Polisi Hati-Hati Proses BPF

Hukum
MALANG-  Polres Malang Kota mengaku cukup berhati-hati dalam menyelesaikan kasus dugaan penipuan yang dilakukan PT. Bestprofit Futures (BPF). Polisi membutuhkan banyak saksi ahli yang bakal memperkuat pengaduan para nasabahnya yang merasa sudah dirugikan. ”Kami harus hati-hati dalam menyelesaikan perkara ini. Kalau boleh dikatagorikan, BPF ini masih dalam lex specialis yang membutuhkan kehati-hatian,” tutur Kapolres Malang Kota, AKBP Teddy Minahasa Putra. Meski demikian, pihaknya tetap akan fokus dan segera menyelesaikan beberapa laporan dari korban yang sudah masuk ke Satreskrim Polres Malang Kota. ”Semua pengaduan dari korban sudah kita tangani. Termasuk, delapan korban yang baru melapor,” tegasnya. Diakuinya, langkah penyidik reskrim untuk menyelesaikan permasalahan nasabah dengan perusahaan perdagangan berjangka komoditi ini sudah benar. Yakni segera meminta keterangan dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dalam waktu dekat. ”Pasti kami tindaklanjuti semua laporan dari korban,” ujarnya.
Sementara itu, dalam waktu bersamaan kemarin, Polres Malang Kota juga menyerahkan penghargaan kepada Serma Abdul Wahab dan Prada Yayang Putut Suroso, dua anggota Brigif Linud 18 Divif 2 Kostrad. Keduanya membekuk Slamet Mulyono, 34 tahun, warga Jalan Hamid Rusdi Malang ketika menjambret uang Rp 38 juta milik Gunadi Nurhadi, 56 tahun, warga Perum Pondok Blimbing Indah Malang, usai keluar dari Bank BCA di Jalan Kahuripan Malang. ”Kami memberikan apresiasi kepada mereka yang sudah membantu tugas-tugas kepolisian dalam menciptakan keamanan dan ketertiban,” pungkasnya. (mar)